Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sering Mengalami Mimpi Berlapis? Ini Tanda Kesadaran Spiritualmu Sedang Naik Level

Bayu Shaputra • Sabtu, 21 Juni 2025 | 23:00 WIB
Seorang pria bangun tidur.
Seorang pria bangun tidur.

RadarBanyuwangi.id – Pernahkah Anda mengalami mimpi kemudian “terbangun” di dalam mimpi itu, hanya untuk menyadari bahwa Anda masih bermimpi? Fenomena yang disebut dengan kebangkitan palsu atau mimpi dalam mimpi ini dapat menyebabkan kebingungan, apakah saya benar-benar sudah terbangun?

Meskipun sering dianggap membingungkan, pengalaman mimpi dalam mimpi ini sebenarnya menyimpan makna yang dalam dari sudut pandang biologis, psikologis, hingga spiritual. Mari kita telaah arti dan pesan yang tersembunyi di dalamnya.

Berdasarkan penelitian dari ahli neurologi, mimpi saat berada dalam mimpi bisa terjadi karena adanya "aktivasi sebagian" di korteks prefrontal, yaitu bagian otak yang berperan dalam kesadaran saat kita terbangun, sementara kita masih berada dalam fase REM (Rapid Eye Movement) ketika bermimpi.

Hal ini menciptakan ilusi seolah-olah kita sudah terjaga, padahal kita sebenarnya masih tidur. Studi menunjukkan bahwa fenomena ini mungkin berkaitan dengan keadaan hipnagogik, yang merupakan kondisi antara tidur dan terjaga.

Dalam budaya Jawa, mimpi di dalam mimpi dipandang sebagai salah satu cara komunikasi dari dunia gaib atau dari nenek moyang. Dalam Primbon, ini disebut sebagai tanda bahwa seseorang sedang dalam proses transformasi spiritual yang signifikan, seolah jiwanya sedang “naik tingkat” dalam kesadaran spiritual. Fenomena tersebut bisa berupa ajakan untuk lebih berkontemplasi atau untuk lebih memperhatikan makna di balik mimpi yang dialami.

Dari sudut pandang psikologi, mimpi di dalam mimpi dapat mencerminkan konflik atau masalah emosional yang belum terselesaikan. Secara simbolis, ini seperti “mimpi berlapis” yang menunjukkan bahwa masih ada masalah mental yang belum sepenuhnya diproses, mungkin berupa trauma, kecemasan, atau tekanan yang dihadapi sehari-hari.

Mengalami kebangkitan palsu dengan sering bisa menjadi tanda bahwa pikiran bawah sadar kita ingin menarik perhatian terhadap hal-hal tersebut.

Studi menunjukkan bahwa mimpi dalam mimpi kadang-kadang dapat memunculkan metakognisi, kesadaran bahwa kita sedang bermimpi. Hal ini dapat menyebabkan perasaan frustrasi atau kebingungan saat kita merasa seolah-olah sudah terbangun namun sebenarnya belum sepenuhnya sadar.

Jika pengalaman ini sering terjadi, mimpi ini bisa menandakan bahwa kesadaran dan kemampuan untuk mengatur diri sedang diuji bahkan saat kita tidur. ***

Editor : Ali Sodiqin
#mimpi berlapis #Arti mimpi di dalam mimpi