RadarBanyuwangi.id — Sneakers atau yang akrab disebut sepatu kets telah menjelma menjadi elemen krusial dalam gaya hidup kontemporer.
Tak sekadar pelindung kaki, sepatu ini menawarkan perpaduan sempurna antara kenyamanan, fungsi, dan cerminan kepribadian pemakainya.
Jejak perjalanannya dari lapangan olahraga hingga panggung mode internasional memperlihatkan transformasi yang patut diacungi jempol.
Istilah “sneakers” mulai dipakai pada akhir abad ke-19 untuk menggambarkan sepatu beralas karet yang mengurangi suara langkah, berlawanan dengan sepatu sol kulit yang berderak.
Pada 1892, AS Rubber Company memperkenalkan model beralas karet yang lebih empuk, namun baru pada 1917 merek Keds berhasil memopulerkannya dengan bahan kanvas ringan dan sol karet.
Tonggak penting datang kala Converse meluncurkan All Star pada 1917, yang kemudian dikenal sebagai Chuck Taylor All Star setelah pebasket Chuck Taylor bergabung mempromosikannya pada 1921. Model ikonik ini tak hanya menaklukkan dunia olahraga, tetapi juga fesyen.
Memasuki tahun 1950-an, sneakers merambah ke ranah budaya pop sebagai lambang perlawanan kaum muda di Amerika Serikat.
Sosok seperti James Dean kerap tampil santai dengan sepatu kets, memperteguh citranya sebagai simbol kebebasan.
Pada dekade 1970-an, Nike memperkenalkan Cortez, awalnya dirancang untuk pelari, namun dengan cepat menjadi fashion statement.
Lalu pada 1985, kemunculan Air Jordan 1, hasil kolaborasi Nike dengan Michael Jordan mengawali era kerjasama erat antara atlet papan atas dan merek sepatu, menciptakan fenomena global.
Adidas tak kalah berperan, menghadirkan model legendaris seperti Stan Smith dan Superstar. Khususnya Superstar, yang meraih puncak popularitas setelah dirangkul grup hip-hop Run-D.M.C. dan bahkan diabadikan dalam lagu “My Adidas” pada 1986.
Di Indonesia, demam sneakers mulai merebak pada era 1990-an seiring masuknya gelombang hip-hop dan streetwear.
Nama brand besar seperti Nike, Adidas, dan Converse jadi incaran para pegiat mode muda. Komunitas “sneakerhead” tumbuh pesat, berlomba mengoleksi edisi terbatas dan mengikuti tren global.
Kini, sneakers berperan jauh melampaui fungsi olahraga atau pelengkap busana mereka menjadi penanda status sekaligus objek koleksi.
Kolaborasi dengan desainer ternama melahirkan rilisan eksklusif yang langka, sementara kemajuan teknologi menghadirkan inovasi seperti bantalan udara, material ramah lingkungan, dan rancangan ergonomis demi kenyamanan dan kinerja optimal. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi