Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengapa Permainan Masa Kecil Kita Bisa Jadi Terapi yang Menyenangkan di Masa Dewasa?

Fanzha Shefya Yuananda • Selasa, 20 Mei 2025 | 21:45 WIB
PERMAINAN TRADISIONAL: Memori mendalam untuk orang dewasa.
PERMAINAN TRADISIONAL: Memori mendalam untuk orang dewasa.

RadarBanyuwangi.id - Siapa sangka, permainan masa kecil yang dulu kita mainkan di halaman rumah atau jalanan kampung bisa menjadi bentuk terapi yang ampuh saat kita dewasa.

Permainan sederhana seperti lompat tali, congklak, atau petak umpet ternyata bukan hanya menyenangkan, tapi juga menyimpan kekuatan untuk menyembuhkan secara emosional.

Banyak orang dewasa kini merindukan masa kecil yang bebas dari tekanan dan stres.

Ketika kita kembali memainkan permainan lama, otak merespons dengan rasa aman dan bahagia, karena terhubung pada kenangan yang menyenangkan. Aktivitas ini memicu pelepasan hormon endorfin yang dapat mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

Tidak hanya itu, permainan ini juga bisa menjadi sarana terapi nostalgia, membawa kembali ingatan positif yang bisa memperkuat rasa diri dan membuat kita merasa lebih utuh.

Selain itu, bermain bersama teman sebaya dalam permainan tradisional juga bisa mempererat hubungan sosial, sesuatu yang seringkali hilang dalam kehidupan modern yang serba sibuk.

Saat ini, sejumlah komunitas di berbagai kota mulai menghidupkan kembali permainan tempo dulu lewat acara "playdate dewasa", kelas terapi nostalgia, atau festival budaya.

Orang-orang datang untuk bermain egrang, tarik tambang, atau sekadar main kelereng bersama.

Hasilnya? Banyak peserta merasa lebih rileks, tertawa lepas, dan menghidupkan sisi anak-anak dalam diri mereka yang lama terpendam.

Permainan bukan hanya milik anak-anak. Dalam konteks yang tepat, ia bisa menjadi terapi ringan yang penuh makna bagi orang dewasa yang butuh jeda dari rutinitas. Kadang, untuk merasa lebih baik, kita hanya perlu… main lagi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#festival budaya #Permainan Tradisional #nostalgia