Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mitos dan Filosofi di Balik Nama Nona Makan Sirih Simbol Warna, Cerita Rakyat, dan Estetika Tropis yang Memikat

Fanzha Shefya Yuananda • Selasa, 20 Mei 2025 | 13:35 WIB
Bunga nona makan sirih: Mitos dan filosofi setiap daerah.
Bunga nona makan sirih: Mitos dan filosofi setiap daerah.

RadarBanyuwangi.id - Bunga Clerodendrum thomsoniae dikenal luas di Indonesia dengan nama yang unik, Nona Makan Sirih.

Julukan ini bukan sekadar label, tapi cerminan dari cerita rakyat, tafsir budaya, dan imajinasi masyarakat terhadap keindahan alami bunga tersebut.

Dalam budaya lokal, nama “Nona Makan Sirih” muncul karena mahkota merah yang mencuat dari kelopak putih maupun ungu dianggap menyerupai mulut seorang perempuan muda yang sedang mengunyah sirih, sebuah kebiasaan tradisional yang identik dengan kelembutan dan keanggunan perempuan masa lalu.

Kontras warna merah-putih-ungu pada bunga ini seolah menggambarkan kesan manis, berani, sekaligus bersahaja.

Di negara-negara lain, tanaman ini dikenal sebagai "Bleeding Heart Vine" karena bentuknya dianggap menyerupai hati yang berdarah.

Hal ini menunjukkan bagaimana satu bentuk bunga dapat dimaknai berbeda-beda tergantung pada budaya dan sudut pandang masyarakat.

Menariknya, di Indonesia,warna merah dan putih memiliki makna simbolis yang dalam. Tak hanya mewakili warna bendera nasional, kombinasi ini juga sering dikaitkan dengan semangat juang, kemurnian, dan keberanian.

Maka tak heran jika bunga ini kerap ditanam di taman-taman tropis sebagai penyemarak visual sekaligus lambang makna filosofis.

Dalam konteks estetika, “Nona Makan Sirih” kerap digunakan untuk mempercantik pagar, pergola, hingga taman tradisional, berkat bentuk rambatnya yang anggun dan bunganya yang mekar sepanjang tahun.

Lebih dari sekadar hiasan, bunga ini menyimpan kisah dan filosofi yang terus hidup dalam keseharian masyarakat tropis. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#filosofi #mitos #bunga nona makan sirih