RADARBANYUWANGI.ID – Hari ini, Selasa Pahing, 20 Mei 2025, yang juga bertepatan dengan 22 Dulkaidah 1958 (Jawa) dan 22 Dzulqaidah 1446 H (Hijriah), merupakan hari dengan kombinasi energi kuat, penuh gairah dan dinamika yang kontras.
Berdasarkan perhitungan weton dan wuku Jawa, hari ini mengandung berbagai simbol spiritual dan psikologis yang patut dicermati.
Weton Selasa Pahing mencerminkan karakter kuat dan kompleks. Dari sisi dina (hari), Selasa dikenal sebagai hari yang dipengaruhi sifat pemarah dan pencemburu, tetapi juga memiliki jaringan sosial yang luas.
Sementara pasaran Pahing memperkuat sisi ambisi dan keinginan kuat untuk memiliki dan meraih keuntungan secara terencana.
Mereka yang lahir di weton ini cenderung mandiri, suka menolong, namun juga memiliki musuh yang tidak sedikit.
Aspek lain yang tak kalah penting adalah watak padewan (haståwårå) Kala, yang menandakan kecenderungan pada emosi tinggi, gangguan terhadap orang lain, bahkan kebohongan.
Sementara padangon Nohan (bulan) membawa kelembutan dan keindahan yang mempesona, namun juga perubahan emosi yang cepat.
Kombinasi ini menjadikan hari ini penuh tarik-menarik antara sisi emosional yang meledak-ledak dan daya pesona yang memikat.
Simbol rakam Dêmang Kadhuruwan menandakan bahwa hari ini rawan konflik dan perkara, apalagi bagi mereka yang cenderung suka membantah atau bersikap konfrontatif.
Satrya Wirang dari sisi pancasuda menunjukkan bahwa mereka yang kurang berhati-hati bisa mengalami rasa malu atau aib di hadapan orang banyak.
Namun di balik semua ketegangan itu, hari ini juga menyimpan daya tarik luar biasa, seperti yang dilambangkan oleh paarasan Aras Kêmbang—yakni pesona terhadap lawan jenis dan kemampuan memikat perhatian banyak orang. Ini bisa menjadi peluang atau jebakan, tergantung bagaimana seseorang mengelolanya.
Baca Juga: Pelupa Tapi Kuat Seperti Harimau, Ini Ramalan Weton dan Wuku Hari Sabtu Wage 17 Mei 2025
Dalam siklus wuku Julung Pujud, yang masih berlangsung, masyarakat dihimbau untuk tidak bepergian ke arah barat laut serta lebih waspada terhadap gangguan spiritual, seperti santet atau tenung.
Wuku ini juga berkaitan dengan simbol “Sapi Gumarang Tumurun”, yang mencerminkan penyakit menular dan nuansa kebirahian aktif, sehingga pengendalian diri sangat dianjurkan.
Untuk menetralisir energi negatif dan menarik keberkahan, disarankan melakukan sedekah berupa nasi tumpeng dengan ayam merah dan kuluban sembilan macam, serta mengamalkan doa qunut dan membaca shalawat sebanyak 30 kali. Hal ini diyakini dapat melindungi dari energi buruk serta membuka jalan rejeki.
Selasa Pahing kali ini adalah hari dengan potensi besar sekaligus tantangan tinggi. Daya tarik dan kecerdasan bisa menjadi kekuatan, namun tanpa kendali emosi dan spiritual yang matang, hari ini bisa berubah menjadi sarang konflik dan kerugian. Introspeksi, pengendalian diri, dan kehati-hatian adalah kunci utama. (*)
Editor : Ali Sodiqin