Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Weton Senin Legi, 19 Mei 2025: Rentan Tertipu, Hindari Perjalanan ke Arah Barat

Ali Sodiqin • Senin, 19 Mei 2025 | 03:00 WIB
Ilustrasi muda mudi hendak melakukan perjalanan. Weton Senin Legi, 19 Mei 2025, hendaknya menghindari bepergian ke arah barat laut. (AI)
Ilustrasi muda mudi hendak melakukan perjalanan. Weton Senin Legi, 19 Mei 2025, hendaknya menghindari bepergian ke arah barat laut. (AI)

RADARBANYUWANGI.ID – Hari ini, Senin Legi, 19 Mei 2025, atau bertepatan dengan 21 Dulkaidah 1958 dalam kalender Jawa dan 21 Dzulqaidah 1446 H menurut kalender Hijriah, menjadi hari yang sarat makna dan dinamika, menurut perhitungan weton dan wuku tradisional Jawa.

Weton Senin Legi membawa karakter pribadi yang menarik—berhati lembut, penuh simpati, murah hati, dan disenangi banyak orang.

Namun di balik keceriaan dan keramahan yang tampak, hari ini juga dipenuhi energi emosional dan perubahan yang cepat.

Sifat dari hari Senin yang mudah berubah dipadukan dengan pasaran Legi yang bertanggung jawab dan ekspresif, menjadikan hari ini penuh warna: bisa membawa keberuntungan besar sekaligus potensi kesialan secara bersamaan.

Dalam aspek spiritual, haståwårå Brama menggambarkan karakter emosional dan kurang sabar, sedangkan sadwårå Paningron menyimbolkan kondisi yang rentan tertipu, terutama dalam urusan kepercayaan dan relasi.

Namun padangon Kerangan, yang bersifat seperti matahari, menghadirkan harapan: hari ini adalah hari yang memberi rejeki dan wawasan luas, bagi mereka yang mampu membaca tanda-tanda.

Dalam wuku Julung Pujud, yang masih berlangsung hingga pekan ini, masyarakat diimbau untuk menghindari perjalanan ke arah barat laut, karena arah tersebut sedang berada dalam Kala Jaya Bumi, titik rawan secara spiritual.

Aral dari wuku ini adalah tenung atau santet, dan simbol "Sapi Gumarang Tumurun" mencerminkan adanya energi kebirahian dan penyebaran penyakit menular, yang sedang aktif.

Oleh karena itu, kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan dan pengaruh negatif lingkungan sangat dianjurkan.

Meski demikian, hari ini cukup baik untuk kegiatan ekonomi dan pertanian, seperti memelihara hewan ternak dan menanam buah-buahan.

Orang-orang yang lahir pada weton ini umumnya pandai berbicara, bertanggung jawab, dan disenangi banyak orang, namun cenderung mengalami banyak cobaan dan dinamika batin yang kompleks.

Secara spiritual, untuk menolak bala dan menyeimbangkan energi hari ini, disarankan melakukan sedekah berupa nasi tumpeng dengan lauk ayam merah serta kuluban sembilan macam.

Bacaan doa qunut dan 30 kali shalawat (ketheng) juga diyakini membawa perlindungan dari hal-hal buruk.

Senin Legi kali ini adalah hari penuh peluang dan ujian yang berjalan beriringan.

Keseimbangan batin, kehati-hatian dalam mengambil keputusan, serta penguatan spiritual menjadi kunci utama agar dapat melewati hari ini dengan selamat dan penuh berkah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#arah barat #perjalanan #watak #karakter #Negatif #WUKU #weton #Senin Legi #tertipu #rentan #hindari