RADARBANYUWANGI.ID – Hari Minggu, 18 Mei 2025, bertepatan dengan 20 Dulkaidah 1958 dalam penanggalan Jawa dan 20 Dzulqaidah 1446 H dalam kalender Hijriah.
Berdasarkan perhitungan weton Jawa, hari ini jatuh pada Minggu Kliwon, dengan perpaduan energi antara sifat tekun dan mandiri dari hari Minggu serta pandai berbicara, ambisius, namun ceroboh dalam hal-hal kecil dari pasaran Kliwon.
Dalam pakem pawukon, hari ini memasuki wuku Julung Pujud yang dinaungi oleh Dewa Bumi Bethara Guritno.
Pohon perlambangnya adalah pohon rembuyut, yang menandakan pribadi yang memiliki penampilan menarik dan sering menjadi pusat perhatian.
Sementara burung Emprit Tondhang melambangkan pribadi yang mandiri dan mampu menghidupi diri sendiri dari ucapannya.
Namun demikian, wuku Julung Pujud juga membawa sejumlah peringatan spiritual. Karakter umum wuku ini cenderung sembrono, tidak serius, serta memiliki nafsu besar, sebagaimana tergambar dalam simbol “Sapi Gumarang Tumurun” yang mengacu pada nuansa keberahian yang aktif dan penyakit menular.
Baca Juga: Bakal Alami Kesulitan Finansial, Begini Ramalan Weton dan Wuku Hari Jumat Pon 16 Mei 2025
Oleh karena itu, masyarakat disarankan berhati-hati dalam interaksi sosial dan menjaga kesehatan dengan lebih serius.
Wuku ini juga dikenal tidak baik untuk bepergian ke arah barat laut, terutama dalam tujuh hari ke depan.
Energi negatif dari arah tersebut diperkirakan sedang kuat, dan dapat membawa gangguan baik secara fisik maupun spiritual.
Namun di sisi lain, wuku ini sangat baik untuk kegiatan agraris dan peternakan, seperti menanam buah-buahan serta memelihara hewan ternak seperti sapi, kerbau, dan kuda.
Dari sisi spiritual, sedekah yang dianjurkan hari ini adalah nasi tumpeng dengan lauk ayam merah dan kuluban sembilan macam, serta bacaan doa qunut dan 30 kali shalawat untuk menjaga keselamatan dan menolak bala.
Orang-orang yang lahir di weton Minggu Kliwon dan wuku Julung Pujud umumnya memiliki karakter berwibawa namun kesepian, serta dikenal menyendiri, tekun, dan ambisius, namun cita-citanya sering terhambat oleh kondisi yang tidak menentu.
Meski demikian, mereka memiliki potensi besar dalam hal spiritual dan kepemimpinan.
Hari ini merupakan waktu yang baik untuk introspeksi, perawatan diri, serta menata ulang niat dan tujuan hidup, khususnya bagi yang merasa cita-citanya sering tidak tercapai.
Kehidupan spiritual dan koneksi dengan alam disarankan diperkuat untuk menghadapi tantangan-tantangan ke depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin