Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Estetika dan Filosofi Lumut dalam Budaya Jepang, Simbol Ketahanan, Ketenangan, dan Waktu dalam Kehidupan

Fanzha Shefya Yuananda • Jumat, 16 Mei 2025 | 12:15 WIB
Filosofi lumut di Jepang, simbol ketahanan.
Filosofi lumut di Jepang, simbol ketahanan.

RadarBanyuwangi.id - Lumut mungkin terlihat sederhana, namun dalam budaya Jepang, tumbuhan kecil ini memiliki makna yang sangat dalam.

Lumut bukan hanya penghias taman, melainkan simbol ketenangan, kesabaran, dan perjalanan waktu yang lambat namun pasti.

Salah satu tempat yang paling kental dengan kehadiran lumut adalah zen garden atau taman Zen, taman khas Jepang yang dirancang untuk menghadirkan suasana damai dan meditasi.

Dalam filosofi Jepang, lumut dianggap sebagai tanaman yang tidak memaksa, tumbuh perlahan dan hanya di tempat yang cocok.

Hal ini mengajarkan manusia tentang pentingnya menerima dan menyatu dengan lingkungan sekitar.

Di taman Zen, lumut tumbuh bebas di antara bebatuan, di sela-sela tanah, bahkan pada permukaan kayu tua.

Teksturnya yang lembut dan warnanya yang hijau alami menciptakan suasana teduh, sejuk, dan menenangkan hati.

Lumut juga menjadi lambang dari waktu yang berjalan tanpa tergesa-gesa. Karena pertumbuhannya lambat, lumut mengingatkan manusia untuk bersabar dan menghargai proses.

Dalam kepercayaan Zen, lumut memperlihatkan keindahan dalam keheningan dan ketenangan, sebuah bentuk wabi-sabi, yaitu konsep keindahan dalam ketidaksempurnaan dan kefanaan.

Taman lumut di Jepang tidak hanya menarik secara visual, tapi juga mendalam secara spiritual. Misalnya, di Kyoto terdapat Saihō-ji atau “Kokedera” (Kuil Lumut), tempat suci yang dikelilingi oleh lebih dari 100 jenis lumut.

Pengunjung yang datang ke sana diajak untuk bermeditasi, menulis sutra, dan menikmati ketenangan alam, sebuah pengalaman menyatu dengan waktu dan kehidupan yang lebih lambat namun bermakna. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#ketenangan #lumut #simbol #budaya jepang #filosofi #estetika