RadarBanyuwangi.id - Di tengah maraknya distribusi digital dan streaming musik yang serba instan, sejumlah musisi Indonesia justru kembali menghidupkan kaset tape sebagai medium rilisan karya mereka.
Langkah ini bukan semata bentuk nostalgia, namun menjadi pernyataan artistik yang kuat serta penghormatan terhadap kultur musik independen dan analog.
Berikut adalah tiga rilisan menarik dari musisi lokal Indonesia yang menggunakan format kaset tape sebagai media utama.
The Cottons: It’s Only a Day (Reissue, 2025)
Dikenal lewat gaya musik twee-pop dan indie-pop dengan sentuhan era 60-an, duo asal Jakarta ini kembali merilis ulang maxi-single debut mereka It’s Only a Day.
Lagu ini pertama kali dirilis dalam format CD pada 2017 dan kini hadir dalam bentuk kaset tape berkat kolaborasi dengan Mawar Records.
Rilisan ini diproduksi sangat terbatas, hanya 50 keping, dan tersedia eksklusif melalui sistem pre-order di platform Heavenpunks.
Format kaset ini sejalan dengan karakter musik The Cottons yang lembut, nostalgik, dan sarat nuansa retro.
Dengan rilis ini, The Cottons memperkuat identitas artistik mereka melalui pendekatan medium yang unik dan sentimental.
Madsure: Resilience (Deluxe Edition) & Real Recognize Real
Label Skeptical Records dari Yogyakarta menghadirkan dua album instrumental hip-hop milik Madsure dalam format kaset tape yakni Resilience (2021) dan Real Recognize Real (2023).
Edisi deluxe Resilience berisi total 17 trek, termasuk empat lagu tambahan hasil remix dan remaster terbaru dengan sentuhan soul dan jazz yang kental.
Sedangkan Real Recognize Real menyuguhkan 13 trek penuh energi, lengkap dengan dua lagu bonus tersembunyi.
Rilisan ini dikemas dalam kaset transparan (C-60 dan C-40) yang disertai poster A3+, stiker, pin, dan kode unduh digital via Bandcamp.
Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kultur tape trading dan komunitas hip-hop bawah tanah, menjadikan kaset sebagai simbol semangat DIY dan orisinalitas dalam dunia musik.
Le Starlet: Three 7 / Impulses
Proyek solo dari musisi Upi Maajid, Le Starlet, berangkat dari momen pribadi saat membeli synthesizer di tengah krisis eksistensial.
Hasilnya adalah maxi-single berjudul Three 7 / Impulses yang berisi dua lagu instrumental dengan pendekatan personal dan eksperimental.
Lagu Three 7 terinspirasi dari angka 777 yang diyakini membawa ketenangan, sementara Impulses menggambarkan luapan energi instingtif yang sulit dijelaskan.
Musiknya memadukan elemen elektronik retro dan nuansa video game 80-an, menciptakan atmosfer misterius dan emosional.
Rilisan digitalnya muncul pada 18 April 2025, sementara rilisan kaset fisik hadir di Record Store Day Jakarta (25–27 April 2025) di Pasar Santa.
Dirilis secara independen dengan dukungan label Berita Angkasa, kaset ini menjadi simbol ekspresi bebas dan keberanian berkarya tanpa batasan industri.
Kembalinya kaset tape dalam rilisan musik Indonesia menunjukkan bahwa medium klasik masih memiliki daya tarik kuat di era modern. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi