RADARBANYUWANGI.ID - Tanggal 15 Mei 2025, yang jatuh pada hari Kamis, bertepatan dengan 17 Dulkaidah 1958 dalam penanggalan Jawa dan 17 Dzul Qaidah 1446 dalam penanggalan Hijriah.
Pada hari ini, terdapat berbagai karakteristik dan watak yang dapat diidentifikasi berdasarkan weton dan wuku.
Watak yang muncul pada Hari Kamis Pahing ini cenderung sangar dan menakutkan.
Individu yang lahir pada tanggal ini memiliki keinginan yang kuat untuk memiliki barang, dengan kesungguhan yang penuh perhitungan untuk mendapatkan keuntungan.
Mereka dikenal suka menolong, mandiri, dan memiliki selera yang tinggi. Namun, mereka juga memiliki banyak musuh dan bisa sangat marah jika tersinggung.
Kebersihan adalah hal yang penting bagi mereka, meskipun sering kali mereka menjadi korban penipuan dan jarang dapat menemukan barang yang hilang.
- Haståwårå/Padewan: Indra. Individu ini berbakat menjadi cendekiawan atau intelektual, tetapi sering kali menunjukkan sifat sombong dan teliti.
- Sadwårå: Mawulu. Mereka cenderung memiliki perasaan was-was dan curiga.
- Sångåwårå/Padangon: Dadi. Individu ini memiliki selera tinggi dan tidak mau dilebihi oleh orang lain.
- Saptåwårå/Pancasuda: Lebu Katiyub Angin. Cita-cita mereka sering tidak kesampaian, dan harta yang dimiliki sering kali habis.
- Rakam: Mantri Sinaroja. Mereka berpotensi memperoleh kemuliaan dan mampu menjalankan tugas, meskipun terkadang bersikap angkuh.
- Paarasan: Lakuning Bumi. Individu ini dikenal melindungi, mengasuh, sabar, dan mengalah.
Baca Juga: Weton Senin 12 Mei 2025: Bukan Waktu Yang Baik Untuk Bepergian dan Mencari Nafkah
Watak Berdasarkan Wuku
Pada hari ini, wuku yang berlaku adalah Mandhasiya, yang memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:
- Dewa Bumi: Bethara Brama.
- Pohonnya: Asam, yang menjadi tempat berlindung bagi orang-orang yang susah.
- Burungnya: Platuk Bawang, yang menunjukkan tenaga yang kuat.
- Gedhongnya: Tertutup pintunya, mencerminkan sifat hemat dan harapan untuk mendapatkan sanjungan.
- Mandhasiya anggara kasih: Mampu memberikan perlindungan kepada orang lain.
- Aralnya: Kena gigitan taring, yang menunjukkan adanya risiko.
- Sedekah/sesaji: Nasi ambeng dua dengan lauk ayam merah dimasak pindang dan ditambahi among-among (nasi tumpeng yang diberi kuluban sayur).
- Do'anya: Slamet, dengan slawatnya berupa uang baru 40 ketheng.
- Kala Jaya Bumi: Ada di bawah menghadap ke atas.
- Saat wukunya berjalan: Sebaiknya menghindari kegiatan ke arah bawah, seperti membuat sumur.
- Mandhasiya mina ninggal banyu: Menunjukkan kehilangan lahan hidup.
- Wuku Mandhasiya: Baik untuk persahabatan, mengobati penyakit, dan memiliki hajat mantu, tetapi tidak baik untuk bepergian, mencari nafkah, membuat sumur, dan membuka perkarangan.
Dengan informasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami lebih dalam tentang karakteristik dan watak yang muncul pada tanggal 15 Mei 2025, serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi aktivitas dan keputusan yang diambil pada hari tersebut. (*)
Editor : Ali Sodiqin