RADARBANYUWANGI.ID - “Alam sudah banyak memberikan manfaat kepada manusia, maka tugas kita harus merawat dan menjaganya,” ungkap Bambang, salah satu pengunjung Sumber Air Penawar Sari.
Namun, sayangnya, belum semua pengunjung peduli pada kelestarian mata air yang oleh sebagian orang dianggap “bertuah” tersebut.
Di lokasi tersebut, seorang pria terlihat sibuk. Tangan kanannya memegang sapu lidi, sementara tangan kirinya sesekali memungut sampah yang terselip di akar pepohonan di sekitar Sumber Penawar Sari.
Pria tersebut, Mustofa, adalah petugas penjaga sumber air yang telah mengabdikan diri selama lebih dari dua dekade.
Di usia 45 tahun, Mustofa dikenal sebagai “juru kunci” lokasi ini, sering menyapa pengunjung dan mengingatkan mereka untuk menjaga kebersihan.
Sumber Penawar Sari, yang terletak di belakang PT Industri Kereta Api (Inka), telah ada sejak lama. Dahulu, sumber ini dikelilingi kebun kakao, namun setelah pabrik Inka berdiri, suasana di sekitar sumber air ini berubah menjadi lebih indah dan aksesnya pun lebih mudah.
Banyak orang datang dengan berbagai tujuan, mulai dari mandi, mengambil air untuk konsumsi, hingga membersihkan kendaraan.
Mustofa menjelaskan bahwa setiap hari banyak pengunjung yang datang. Sebagai penjaga, ia selalu mengimbau para pengunjung untuk menjaga kebersihan dan kesadaran akan pentingnya menjaga alam.
“Saya sudah 20 tahun lebih menjadi penjaga di sini. Saya sedih jika melihat ada pengunjung yang tidak patuh pada aturan berkunjung,” katanya.
Namun, masalah sampah masih menjadi tantangan. Mustofa mengungkapkan bahwa sampah yang berserakan mengganggu kenyamanan pengunjung dan berdampak negatif pada kelestarian lingkungan.
“Kami sudah memberi tulisan peringatan di beberapa tempat, tapi kesadaran pengunjung masih kurang,” tuturnya.
Selain masalah kebersihan, lokasi ini juga pernah disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, seperti remaja yang datang malam hari untuk nongkrong dan minum minuman keras.
Penasihat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumber Penawar Sari, Abdul Karim, menambahkan bahwa kesadaran warga untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan mulai terbentuk. Masyarakat sekitar kini kompak untuk menjaga Sumber Penawar Sari.
Dukungan terhadap upaya pelestarian Sumber Penawar terus mengalir, termasuk dari pemerintah desa setempat.
“Alhamdulillah, Pemdes Ketapang mendukung sekali atas pelestarian lingkungan di sumber ini,” ungkap Karim.
Air dari Sumber Penawar Sari terkenal segar dan banyak yang meyakini memiliki khasiat baik untuk kesehatan.
Abu, seorang pengunjung asal Situbondo, mengaku datang jauh-jauh hanya untuk merasakan kesegaran air tersebut. “Ternyata memang segar, tubuh saya rasanya tambah bugar,” akunya.
Bambang, pengunjung lainnya, menambahkan bahwa air dari sumber ini berbeda dengan air mineral kemasan.
“Kalau air isi ulang, jika disimpan sepekan biasanya galonnya sudah berlumut, tapi air di Penawar tidak berlumut dan masih segar,” ujarnya.
Bambang mengajak masyarakat untuk mendukung pemerintah setempat dengan menaati aturan berkunjung.
“Sekali lagi, alam sudah banyak memberikan manfaat kepada manusia, tugas kita yang merawat dan menjaga alam ini,” pungkasnya.
Dengan kesadaran dan kerjasama dari semua pihak, diharapkan Sumber Air Penawar Sari dapat terus terjaga kelestariannya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)
Editor : Ali Sodiqin