Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Namanya Desa Maya Waltraud Maiyer, Ini Profil Ibunda Luna Maya yang Menikah dengan Seniman Jawa-Cirebon Uut Bambang Sugeng

Ali Sodiqin • Minggu, 11 Mei 2025 | 01:00 WIB
Desa Maya Waltraud Maiyer (dua dari kanan ) ibunda Ismael Dully, Tipi Jabrik, dan Luna Maya. Wanita Austria ini menikah dengan seniman Jawa-Cirebon Uut Bambang Sugeng, (IG luna Maya)
Desa Maya Waltraud Maiyer (dua dari kanan ) ibunda Ismael Dully, Tipi Jabrik, dan Luna Maya. Wanita Austria ini menikah dengan seniman Jawa-Cirebon Uut Bambang Sugeng, (IG luna Maya)

RADARBANYUWANGI.ID - Desa Maya Waltraud Maiyer, ibu dari artis terkenal Luna Maya, bukan hanya sekadar sosok di balik kesuksesan putrinya, tetapi juga seorang wanita inspiratif yang perjalanan hidupnya mencerminkan kekuatan, keberanian, dan kasih sayang tanpa batas.

Meskipun Luna Maya dikenal luas sebagai salah satu artis paling berpengaruh di Indonesia, ia jarang mengekspos keluarganya di media, baik di media sosial maupun televisi.

Desa Maya lahir di Austria dan memulai kariernya sebagai guru taman kanak-kanak. Sejak muda, ia memiliki jiwa petualang yang membawanya menjelajahi berbagai negara Eropa.

Salah satu momen penting dalam hidupnya terjadi ketika ia tinggal di Swiss, di mana ia melihat seseorang mengenakan kebaya khas Bali.

Ketertarikan pada pakaian tradisional itu membawanya untuk melakukan perjalanan ke Indonesia, dan setibanya di Bali, ia jatuh cinta pada pesona alam dan budaya lokal.

Kunjungan pertamanya ke Bali meninggalkan kesan mendalam, dan pada kunjungan keduanya, ia bertemu dengan Uut Bambang Sugeng, pria asal Cirebon dan Bojonegoro, yang kelak menjadi pendamping hidupnya.

Mereka menikah dan menetap di Bali, di mana mereka dikaruniai tiga anak: Ismael Dully, Tipi Jabrik, dan Luna Maya.

Namun, kebahagiaan mereka diuji ketika Uut meninggal dunia pada tahun 1996, saat Luna masih berusia 13 tahun.

Sebagai seorang janda dan ibu dari tiga anak, Desa Maya menghadapi kenyataan pahit tersebut dengan penuh ketegaran.

Ia memilih untuk tetap tinggal di Bali dan membesarkan ketiga anaknya seorang diri.

Dalam perannya sebagai ibu, Desa Maya juga berfungsi sebagai pembimbing dan pendidik, menanamkan nilai-nilai kebebasan berpikir, disiplin, dan penghargaan terhadap budaya kepada anak-anaknya.

Didikan ini terbukti berbuah manis, dengan Tipi Jabrik menjadi atlet dan pegiat surfing, Ismael sukses dalam karier musiknya, dan Luna Maya meraih puncak karier sebagai aktris papan atas Indonesia.

Hubungan antara Desa Maya dan Luna Maya sangat unik. Dalam berbagai wawancara, Luna mengakui bahwa mereka sering berdebat, namun di balik dinamika tersebut terdapat kasih sayang dan kedekatan emosional yang kuat.

Luna menggambarkan hubungan mereka seperti “anjing dan kucing”, penuh gesekan tetapi tak terpisahkan.

Meskipun memiliki pandangan yang berbeda, Luna sangat menghargai peran ibunya yang membesarkan mereka tanpa keluhan, memahami bahwa semua nasihat ibunya lahir dari cinta dan keinginan untuk melihat anak-anaknya sukses dan bahagia.

Kini, di usia 79 tahun, Desa Maya masih aktif dan mandiri di Bali. Ia dikenal sebagai sosok yang penuh energi, tidak bergantung pada orang lain, dan tetap menjunjung tinggi gaya hidup sederhana.

Dalam beberapa momen publik, Luna Maya pernah membagikan potret kebersamaan dengan sang ibu, termasuk saat merayakan ulang tahun ke-79 Desa Maya dalam suasana akrab dan penuh kehangatan.

Desa Maya Waltraud Maiyer adalah contoh nyata dari seorang ibu yang tidak hanya membesarkan anak-anaknya dengan penuh dedikasi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi mereka.

Dengan segala tantangan yang dihadapinya, ia tetap menjadi pusat kekuatan dan inspirasi bagi keluarganya, terutama bagi Luna Maya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#profil #Desa Maya Waltraud Maiyer #pelukis #seniman jawa #luna maya #Uut Bambang Sugeng #cirebon