RADARBANYUWANGI.ID - Tanggal 10 Mei 2025, yang jatuh pada hari Sabtu, menjadi perhatian khusus dalam penanggalan Jawa.
Pada hari tersebut, masyarakat Jawa merayakan 12 Dulkaidah 1958, yang dikenal dengan weton Setu Pahing.
Selain itu, tanggal ini juga bertepatan dengan 12 Dzul Qaidah 1446 dalam kalender Hijriah.
Kombinasi ini memberikan makna yang mendalam bagi mereka yang mempercayai filosofi dan tradisi Jawa.
Watak Berdasarkan Weton Setu Pahing
Weton Setu Pahing memiliki karakteristik yang unik. Hari Setu dikenal dapat membuat orang merasa senang, namun orang yang lahir pada hari ini sering kali susah ditebak.
Sementara itu, pasaran Pahing menggambarkan sifat-sifat sebagai berikut:
- Selalu ingin memiliki barang dan penuh perhitungan untuk mendapatkan untung.
- Suka menolong, mandiri, dan memiliki rasa lapar yang kuat.
- Meskipun banyak musuh, mereka dikenal sebagai sosok yang menakutkan ketika tersinggung.
- Memiliki kecenderungan untuk menjaga kebersihan, namun sering kali menjadi korban penipuan dan kesulitan menemukan barang yang hilang.
Dalam aspek spiritual, haståwårå atau padewan dari weton ini adalah Rudra, yang menggambarkan sosok angker berwibawa dan kejam.
Sementara sadwårå-nya adalah Tungle, yang menunjukkan tanggung jawab meski suka membantah.
Dari segi saptåwårå atau pancasuda, Setu Pahing diwakili oleh Satrya Wibawa, yang mencerminkan budi luhur dan berwibawa.
Rakamnya adalah Macan Kêtawan, yang menunjukkan berkecukupan namun selalu resah.
Terakhir, paarasan atau sifat yang menonjol adalah Lakuning Gêni, yang menggambarkan kemudahan marah dan ambisius.
Watak Berdasarkan Wuku
Dalam konteks wuku, Setu Pahing berada di bawah pengaruh Dewa Bumi, Bethara Kala. Beberapa karakteristik yang terkait dengan wuku ini antara lain:
- Pohon Cemara Sol dan Pohon Ingas: Memiliki aura panas, sehingga tidak baik untuk dijadikan tempat berlindung dan cenderung berwatak jahat.
- Burung Gemak: Menunjukkan keberanian untuk bertindak jahat.
- Langkir uripe sarwa oyod: Menggambarkan hati yang kaku, menyusahkan diri sendiri.
- Aralnya: Menghadapi kecurian dan berkelahi.
- Sedekah/Sesaji: Nasi pulen dang-dangan senilai zakat fitrah, lauknya daging kambing atau ikan air, serta sembilan sayur.
- Do'anya: Slamet pina.
- Kala Jaya Bumi: Berada di tenggara menghadap ke barat laut.
- Waktu Wuku: Selama tujuh hari, sebaiknya menghindari bepergian ke arah tenggara.
- Langkir ana kang wani: Sering mendapat musuh.
- Wuku Langkir: Baik untuk menanam, bepergian, berbesanan, mewarangi senjata, dan menobati penyakit, namun tidak baik untuk berkhianat, berperkara, dan bertengkar.
Kesimpulan
Tanggal 10 Mei 2025 dengan weton Setu Pahing bukan hanya sekadar penanggalan, tetapi juga merupakan momen yang kaya akan makna dan filosofi.
Bagi masyarakat yang mempercayai tradisi Jawa, hari ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi, merencanakan langkah hidup, dan mengambil keputusan penting.
Dengan memahami watak dan karakteristik yang terkait dengan weton ini, diharapkan dapat membantu individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih bijaksana. (*)
Editor : Ali Sodiqin