Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Siapa Ayah Luna Maya? Rasa Penasaran Netizen Akhirnya Terjawab

Ali Sodiqin • Rabu, 7 Mei 2025 | 21:25 WIB
Luna Maya dan alm Uut Bambang Sugeng. (JawaPos.com dan Instagram@lunamaya)
Luna Maya dan alm Uut Bambang Sugeng. (JawaPos.com dan Instagram@lunamaya)

RADARBANYUWANGI.ID - Luna Maya, yang dikenal sebagai artis blasteran bule Jawa-Cirebon, dan Maxime Bouttier menggelar prosesi siraman jelang pernikahan mereka pada Selasa, 6 Mei 2025.

Sedangkan upacara akad nikah Luna Maya dan Maxime Bouttier akan dilaksanakan hari ini, Rabu (7/5/2025), di COMO Shambhala Resort, Banjar Begawan, Desa Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar, Bali.

Acara yang dipandu oleh petugas KUA Sukawati ini dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WITA atau 14.00 WIB.

Meskipun usia Luna yang terpaut jauh dengan Maxime, aura awet muda yang terpancar dari sang artis membuat semua mata tertuju pada prosesi ini.

Keduanya diketahui sama-sama blasteran, namun saat menikah, mereka memilih untuk menggunakan adat Jawa.

Hal ini membuat netizen penasaran mengenai latar belakang keluarga Luna, terutama sosok ayahnya.

"Kenapa adat Jawa Yogyakarta, padahal keturunan Bali semua?" celetuk salah satu netizen yang penasaran.

Ayah Luna, Uut Bambang Sugeng, sudah lama meninggal dunia pada tahun 1996 saat Luna masih kecil, berusia 47 tahun.

Melansir dari berbagai sumber, Uut Bambang Sugeng merupakan orang Jawa asli yang berasal dari Bojonegoro dan Cirebon.

Luna pun mengikuti agama sang ayah, yakni Islam, sejak kecil, mengingat orangtuanya menikah beda agama.

Uut Bambang Sugeng adalah seorang seniman, dan karya-karyanya pernah dipamerkan oleh Luna pada tahun 2024 lalu.

Baca Juga: Perjalanan Cinta Luna Maya dan Maxime Bouttier hingga Menikah di Gianyar Bali

Dalam pameran seni bertajuk "Double Flame" yang diadakan di Galeri Zen1, Tuban, Kuta, Badung, Bali, Luna menampilkan 40 karya lukisan sang ayah yang masih dalam kondisi baik dan dapat dinikmati oleh pencinta seni.

Pameran tersebut berlangsung dari tanggal 9 hingga 31 Desember 2024.

Dengan demikian, darah seni Luna Maya memang mengalir deras dari sosok ayahnya, yang telah meninggalkan warisan budaya dan seni yang berharga.

Prosesi pernikahan Luna dan Maxime pun diharapkan akan menjadi momen yang penuh makna, tidak hanya bagi mereka berdua, tetapi juga bagi keluarga dan penggemar yang menyaksikannya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#jawa #Menikah #netizen #blasteran #bali #bule #maxime bouttier #luna maya #gianyar #cirebon