RadarBanyuwangi.id - Kepulan asap pertempuran mulai menyelimuti langit Elbaf. Eiichiro Oda jelas tidak main-main. Dalam One Piece Chapter 1147, dua pertarungan kolosal telah disiapkan, dan panasnya konflik di negeri para raksasa itu baru saja mencapai titik didih!
Di satu sisi, kita melihat Nico Robin, sang arkeolog yang tenang namun mematikan, siap menantang salah satu Ksatria Suci, Shepherd Sommers.
Di sisi lain, legenda hidup yang selama ini misterius, Scopper Gaban, akhirnya turun gunung untuk menghadapi Gunko, monster tak terkalahkan dengan kekuatan Buah Iblis dan tubuh yang tak bisa dihancurkan.
Tapi jangan salah. Di balik sorotan besar pada Robin dan Gaban, Oda sedang menabuh genderang untuk satu nama lain yang tak boleh dilupakan: Sanji Vinsmoke.
Gunko vs Topi Jerami: Satu Pihak Mulai Rontok
Dalam chapter sebelumnya, Gunko muncul sebagai ancaman mutlak. Ia memburu dan menyudutkan Bajak Laut Collun dengan presisi mematikan, berkat kekuatan Buah Iblis yang belum sepenuhnya terungkap.
Nami sempat mencoba melawannya dengan bantuan Zeus, dan Usopp pun memberikan perlawanan sengit lewat ledakan bertubi-tubi. Tapi hasilnya? Nihil.
Gunko tak hanya bertahan, ia bangkit seolah tak tersentuh, memperlihatkan regenerasi yang membuat siapa pun gemetar.
Para pejuang utama Topi Jerami sedang tak berada di tempat, dan peluang untuk menang melawan monster ini nyaris nihil. Dalam waktu singkat, Gunko menangkap Collun dan menundukkan semua orang.
Lalu, datanglah momen yang mengerikan: Shepherd Sommers mengungkap rencana gelap Pemerintah Dunia. Para raksasa Elbaf bukan sekadar target mereka akan dijadikan budak, dengan anak-anak mereka sebagai sandera! Sebuah operasi licik, diam-diam, dan tanpa deklarasi perang terbuka. Dunia One Piece belum pernah sekejam ini.
Saatnya Sanji Menyala!
Tapi... jangan lupakan satu hal: sejarah telah membuktikan bahwa di saat segalanya tampak gelap, Sanji selalu muncul membawa cahaya.
Kita tak sedang membicarakan tukang masak biasa. Ini adalah pria yang Menyelamatkan kru dari jeratan Crocodile di Alabasta, dia yang Membuka Gerbang Keadilan di Enies Lobby dan menyelamatkan mereka dari kehancuran total, serta Mengintervensi di Dressrosa ketika Doflamingo hampir mengeksekusi seluruh kru.
Setiap kali situasi mencapai titik kritis, Sanji datang. Ia adalah bayangan yang mengawasi dari jauh dan tangan tak terlihat yang selalu siap menolong.
Di Arlong Park, ia menyelam melawan Manusia Ikan demi membebaskan Luffy. Di Elbaf? Sanji bisa menjadi satu-satunya harapan untuk membalikkan keadaan.
Ia mungkin tidak bertarung langsung melawan Ksatria Suci, tetapi ia ahli dalam menyelinap, menyelamatkan, dan membuat musuh kehilangan keunggulan tanpa perlu perang besar.
Namun Sanji bukan satu-satunya harapan. Masih ada Luffy dan pangeran Elbaf yang karismatik, Loki. Mereka masih berada di Dunia Bawah, tapi waktunya akan datang.
Jika keduanya berhasil bersatu dan naik ke Dunia Matahari, kekuatan gabungan mereka mungkin menjadi satu-satunya yang mampu menghancurkan dominasi Ksatria Suci.
Masalahnya? Loki bukan orang yang mudah diyakinkan. Dan waktu terus berjalan.
Akhir dari Elbaf atau Awal dari Perlawanan?
Semua ini mengarah pada satu pertanyaan besar: Apakah Elbaf akan jatuh? Atau apakah ini akan menjadi panggung kebangkitan Topi Jerami yang sesungguhnya?
Dengan pengkhianatan, sandera, raksasa, dan kekuatan misterius di meja permainan, Oda sedang menulis bab paling gelap dalam sejarah One Piece. Dan mungkin, hanya Sanji si pahlawan tanpa mahkota yang bisa menyalakan percikan harapan itu.
Editor : Agung Sedana