RadarBanyuwangi.id - Sejarah dunia One Piece terpusat pada peristiwa-peristiwa besar seperti Kekosongan Abad (Void Century) dan Kerajaan Kuno yang lenyap puluhan abad lalu.
Mural pada Pohon Adam di Elbaf digambarkan pertama kali di Bab 1138 dan menjadi kunci visual yang merangkum tiga “Dunia” yakni Perang Besar sebelum Kekosongan Abad, peristiwa Kekosongan Abad sendiri, serta ramalan tentang zaman baru yang dipimpin Dewa Matahari Nika.
Kerajaan Kuno (Ancient Kingdom) eksis sebelum 800-900 tahun lalu, namun dilenyapkan oleh Pemerintah Dunia melalui Perang Besar yang kemudian memicu banjir global.
Banyak catatan tertulis seperti Poneglyph di Fishman Island dan Harley di Perpustakaan Burung Hantu yang menggambarkan konflik ini dalam bahasa puitis dan simbolik.
Harley adalah teks kuno yang memuat tiga bab berjudul “Dunia Pertama”, “Dunia Kedua”, dan “Dunia Ketiga”.
“Dunia Kedua” merujuk pada Kekosongan Abad dan kematian Joy Boy sebagai Dewa Matahari Nika, sementara “Dunia Ketiga” memuat ramalan akan datangnya era baru yang menghancurkan dunia lama.
Pohon Adam di Elbaf adalah pohon tertua di dunia One Piece, diperkirakan berusia lebih dari 3.000 tahun dan menjadi pusat kehidupan raksasa Elbaf.
Batangnya yang kolosal menampung dua lapisan dunia: Sun World (tengah) dan Heaven World (kanopi), serta Underworld di pangkalnya.
Pada Bab 1138, Franky menemukan mural kuno terukir di lapisan bawah kulit Pohon Adam yang menampilkan gambaran tiga dunia dalam satu lukisan besar.
Mural ini diperkirakan berasal dari masa Kekosongan Abad, sekitar 800–900 tahun lalu.
Dunia Pertama: Menunjukkan perang antara Kerajaan Kuno dan Pemerintah Awal, digambarkan dengan kapal terbang dan guntur menyerupai senjata Uranus.
Dunia Kedua: Memperlihatkan banjir besar dan sosok Joy Boy (Sun God Nika) di perahu mirip “Noah”, serta para budak bekerja di bawah tanah, paralel dengan Mariejois.
Dunia Ketiga: Gambar Nika memegang tameng bergambar bulan sabit Kozuki, bersama siluet Luffy, Mink Sulong, Lunarian/Seraphim, hingga sosok Emet, mengisyaratkan sekutu besar dalam perang final.
Mural ini membuka jendela rahasia besar, perlahan menyingkap berbagai rahasia dan fakta.
Ini dapat diartikan sebagai penegasan Dewa Matahari Nika bukan sekadar legenda, melainkan entitas yang terlibat langsung dalam konflik abadi antara kebebasan dan penindasan.
Menunjukkan keberadaan senjata kuno seperti Uranus dan koneksi pohon “Eve” di Fishman Island.
Cerita ini juga memprediksi partisipasi para ras seperti Mink, Lunarian, dan raksasa Elbaf termasuk Loki dalam perang penentuan nasib dunia.
Mural Pohon Adam menggabungkan mitos, sejarah tersembunyi, dan nubuat masa depan menjadi satu karya monumental yang menjanjikan pencerahan tentang Kekosongan Abad, Korupsi Pemerintah Dunia, serta kebangkitan Dewa Matahari Nika.
Memahami detail-detail mural ini adalah kunci untuk mengurai misteri terbesar One Piece sebelum pertempuran akhir digelar.
Dengan pemahaman mural dan teks Harley, penggemar kini memiliki peta visual dan naratif untuk menelusuri akar konflik terbesar di One Piece.
Editor : Agung Sedana