RadarBanyuwangi.id - Istilah “semut Jepang” mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia.
Namun, tahukah Anda bahwa istilah ini sering kali memicu kebingungan karena sebenarnya mengacu pada dua jenis serangga yang berbeda secara ilmiah?
Secara umum, ketika seseorang menyebut “semut Jepang,” mereka tidak selalu merujuk pada semut sejati dari famili Formicidae.
Sebaliknya, istilah ini justru lebih sering digunakan untuk menyebut Tenebrio molitor, larva dari kumbang roti yang juga dikenal luas sebagai ulat hongkong (yellow mealworm).
Pemberian nama “semut Jepang” kemungkinan besar disebabkan oleh kemiripan bentuk tubuh larva tersebut yang kecil, memanjang, serta gerakannya yang lincah menyerupai semut. Di Indonesia, Tenebrio molitor populer sebagai pakan untuk burung, ikan, dan reptil.
Bahkan, sejumlah kalangan mulai mengkonsumsinya sebagai sumber protein alternatif karena kandungan nutrisinya yang tinggi.
Di sisi lain, ada pula spesies semut sejati yang memang berasal dari Jepang, yaitu Camponotus japonicus.
Semut ini tergolong dalam kelompok semut kayu (carpenter ants) dan dikenal karena kemampuannya membuat sarang di dalam struktur kayu.
Berbeda dengan Tenebrio molitor, Camponotus japonicus kurang dikenal di Indonesia, meskipun secara ilmiah lebih layak menyandang nama “semut Jepang”.
Semut ini berperan sebagai predator serangga kecil dan dapat menjadi hama apabila bersarang di kayu bangunan.
Meskipun sama-sama disebut “semut Jepang”, keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam aspek biologis, fungsional, dan ekologi.
Tenebrio molitor (Larva Kumbang Roti)
- Merupakan larva, bukan semut sejati.
- Sumber protein tinggi untuk pakan hewan dan pangan alternatif manusia.
- Berperan dalam proses dekomposisi bahan organik.
Camponotus japonicus (Semut Kayu Jepang)
- Semut sejati dari famili Formicidae.
- Berperan sebagai pengendali alami serangga kecil di alam.
- Dapat menjadi hama karena bersarang di kayu rumah atau bangunan.
Meskipun keduanya dikenal luas dengan sebutan “semut Jepang”, Tenebrio molitor dan Camponotus japonicus adalah dua makhluk yang sangat berbeda secara ilmiah dan ekologis.
Pemahaman yang tepat mengenai keduanya sangat penting agar masyarakat tidak salah kaprah, khususnya dalam hal konsumsi, pemanfaatan, dan pengendalian hama. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi