Dalam pandangan psikologi, menangis bisa disebut sebagai respon alami tubuh terhadap emosi yang kuat seperti sedih, kecewa atau marah. Maka disini bila seseorang menangis bisa dibilang sah-sah saja.
Maka saat menangi tidak perlu untuk malu hingga dicap sebagai orang yang cengeng. “Menangis bisa berlaku untuk laki-laki maupun wanita lho ya, ujar Yuliana psikolog Puskesmas Licin.
Dibalik cap cengeng, ternyata menangis memiliki manfaat yang sangat besar. Khususnya bagi bagi fisik, mental dan juga kehidupan sosial.
Secara fisik, Yulianah menyebut dengan mengeluarkan air mata. Kondisi tersebut bisa membantu seseorang membersihkan tubuh dari zat-zat kimia yang terkait dengan stress dan emosi negatif.
Selanjutnya, secara emosional menangis bisa membantu mengurangi stres dan kecemasan. Ini disebabkan saat menangis tubuh melepaskan hormon stres.
Selain itu juga bisa mengelola emosi negatif seperti sedih, marah atau kecewa. Dengan menangis dapat membantu meningkatkan kesadaran diri dan memahami emosi sendiri.
Secara sosial, orang menangis bisa menjadi jembatan dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan orang lain. Ini lebih disebabkan kerentangan dan kubutuhan akan dukungan.
Disisi lain, menangis ternyata juga bagian dari bahasa non verbal dalam mengkomunikasikan emosi dan kebutuhan kepada orang lain.
“Jadi menangis bukanlah tanda kelemahan, melainkan salah satu cara tubuh untuk mengatur dan mengelola emosi,” imbuhnya. (*)
Editor : Niklaas Andries