RadarBanyuwangi.id - Rambutan, buah tropis yang manis dan menyegarkan dengan kulitnya yang unik berambut.
Di balik kelezatannya, ternyata tersimpan beberapa cerita dan kepercayaan yang menarik di masyarakat kita. Mari kita telaah lebih lanjut beberapa mitos populer seputar buah yang satu ini.
Menyebabkan panas dalam
Ini salah satu mitos yang paling umum. Banyak yang percaya kalau makan rambutan terlalu banyak bisa menyebabkan panas dalam.
Padahal, secara ilmiah, panas dalam biasanya disebabkan oleh dehidrasi atau kurangnya serat. Rambutan sendiri mengandung air dan serat yang cukup baik.
Mungkin sensasi "panas" setelah makan banyak rambutan disebabkan oleh rasa manisnya yang kuat atau sugesti semata.
Tidak boleh dimakan ibu hamil
Ada juga mitos yang melarang ibu hamil mengonsumsi rambutan karena dianggap bisa membahayakan janin atau menyebabkan keguguran.
Padahal, rambutan justru mengandung vitamin C, zat besi, dan nutrisi lain yang bermanfaat bagi ibu hamil dan perkembangan janin. Tentu saja, konsumsinya tetap harus dalam batas wajar seperti buah-buahan lainnya.
Bijinya beracun
Sebagian orang percaya bahwa biji rambutan beracun dan tidak boleh tertelan. Memang, biji rambutan mengandung sedikit senyawa sianida, tetapi jumlahnya sangat kecil dan tidak berbahaya jika tertelan secara tidak sengaja dalam jumlah sedikit.
Bahkan, di beberapa daerah, biji rambutan yang sudah diolah (direbus atau disangrai) justru dikonsumsi sebagai camilan.
Pohon rambutan angker
Seperti pohon besar lainnya, pohon rambutan terkadang dikaitkan dengan hal-hal mistis atau dianggap angker. Ini tentu saja hanya kepercayaan yang tidak memiliki dasar ilmiah. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi