RadarBanyuwangi.id-Laki-laki dan perempuan, pada dasarnya tidak banyak berbeda. Peran dan fungsi kaum lelaki, sudah banyak yang dilaksanakan oleh perempuan. Hanya saja, tidak sedikit dari kaum hawa merasa minder dan takut saat bersaing dengan laki-laki.
Kata-kata itu meluncur cukup lancar dari Emy Wahyuni Dwi Lestari, S.Ap. Perempuan yang tinggal di Desa/Kecamatan Gambiran itu, telah menunjukkan kalua perempuan harus bisa sejajar dengan kaum laki-laki. “RA Kartini banyak memberi pelajaran, kaum perempuan harus bangkit,” katanya.
Putri kedua dari dua saudara pasangan almarhum Munasim dan Sutartimah, mengaku sejak kecil diajari hidup mandiri oleh kedua orang tuanya yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). “Ibu saya itu perempuan yang hebat, sosok ibu yang mandiri,” ujarnya.
Meski menjadi PNS, ibunya masih bekerja dengan membuka usaha catering. Hasil dari usaha ini, tentu juga luar biasa dan dapat menopang kehidupan keluarganya. “Ibuku itu Kartiniku,” cetus ibu dua anak Kanza Fitria SH dan Fernada Rizky.
Emy yang kesehariannya penuh semangat ini, tidak heran bila diantara koleganya menyebut sosok Kartini diera modern. Perempuan penuh talenta yang memiliki seabreg kegiatan kemasyarakatan. “Saya selalu mengajak teman-teman perempuan untuk bisa usaha dan hidup mandiri,” kata istri almarhum Subarno itu.
Emy memulai usaha dengan meneruskan catering yang dirintis ibunya. Dari usaha ini, masuk ke dunia politik dengan aktif di Partai Demokrat dan didapuk menjadi bendahara DPC Partai Demokrat. “Di partai, saya dibimbing bapak ketua Michael Edy Hariyanto,” ujarnya.
Baru masuk partai, Emy berhasil lolos menjadi anggota DPRD Banyuwangi untuk periode 2019-2014. Di Gedung wakil rakyat, Perempuan 52 tahun itu dipercaya menjadi ketua komisi III. “Dalam program dan kegiatan, saya selalu mengajak kaum perempuan,” terangnya.
Apa yang dilakukan Emy, tampaknya mendapat hati di masyarakat. Dalam Pemilu 2024, Emy kembali dipercaya oleh rakyat untuk menjadi anggota DPRD periode 2024-2029, dan terpilih menjadi ketua komisi II. “Saya selalu kepingin perempuan itu berdaya, perempuan harus tampil,” ungkapnya.
Hanya saja, Emy menyadari meski aktif kegiatan di luar rumah, untuk urusan rumah tangga tetap harus diperhatikan. Perempuan tidak boleh mengabaikan urusan rumah dengan mengasuk kedua anaknya. “Perempuan tidak boleh melupakan kodratnya sebagai ibu rumah tangga,” cetusnya.(abi)
Editor : Agus Baihaqi