Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lizza Lundin, Kartini yang Mengispirasi: Sosok Visioner Tangguh di Balik Lonjakan Ekonomi Banyuwangi

Syaifuddin Mahmud • Senin, 21 April 2025 | 13:00 WIB
Lizza Lundin, pendiri PT Lundin Industry Invest
Lizza Lundin, pendiri PT Lundin Industry Invest

RADARBANYUWANGI.ID - Di balik lonjakan ekonomi Banyuwangi yang luar biasa, hadir sosok Lizza Lundin.

Dia seorang wanita tangguh yang memiliki semangat kewirausahaan. Lizza tidak hanya mengubah komunitasnya, tetapi juga industri global.

Sebagai pendiri PT Lundin Industry Invest dan penggerak berbagai usaha, Lizza bukan sekadar pengusaha. Ia adalah katalis perubahan, pelopor budaya lokal, dan cerminan nyata warisan Kartini.

Lahir di Banyuwangi, perjalanan Lizza dimulai di kota pesisir yang penuh kehidupan ini. Pada masa mudanya, ia pindah ke Jakarta untuk mengejar cakrawala baru. Namun, panggilan kampung halaman membawanya kembali ke Banyuwangi.

Pada tahun 1997, bersama suaminya, John Lundin, Lizza memulai usaha pertamanya yaitu mengekspor furnitur jati buatan lokal. Usaha sederhana ini dengan cepat berkembang menjadi pabrik furnitur jati di Singojuruh yang mempekerjakan 200 pekerja lokal.

Keberhasilan awal ini menjadi fondasi visi Lizza untuk memadukan keahlian lokal dengan pasar global. Namun, ekspor furnitur dari Indonesia menghadapi tantangan, terutama masalah kelembapan yang memengaruhi kualitas produk.

Tidak patah semangat, Lizza dan John mengubah tantangan menjadi peluang. Pada tahun 2000, mereka mendirikan Superdry Desiccant Company, solusi inovatif untuk masalah kelembapan dalam ekspor. Dari awal yang sederhana di Singojuruh, Superdry telah berkembang menjadi perusahaan global, kini mempekerjakan lebih dari 100 orang secara lokal dan mengoperasikan tiga pabrik tambahan di India, Tiongkok, dan Thailand.

Dengan tenaga kerja lebih dari 600 orang dan kemitraan dengan klien internasional besar, Superdry adalah bukti kemampuan Lizza untuk berinovasi dan berkembang dari akar lokal menuju dampak global.

Perjalanan kewirausahaan Lizza mengambil langkah berani lainnya. Berkat keahlian John membuat kapal, mampu mengeskpor kapal pesiar ke Eropa. Usaha ini berkembang menjadi PT Lundin Industry Invest, yang dikenal dengan merek NorthSeaBoats, sebuah kekuatan besar dalam industri pembuatan kapal.

Di bawah kepemimpinan strategis Lizza, PT Lundin telah mengekspor lebih dari 100 kapal ke militer dan pemerintah Indonesia serta mengirimkan kapal ke lebih dari selusin negara di Eropa, Amerika, dan Asia.

Desain ikonik seperti Tank Boat dan Missile Trimaran telah membuat perusahaan ini terkenal akan inovasi mutakhir dan keandalan. Kapal perang buatan Banyuwangi kini berlayar di panggung dunia. PT Lundin tidak hanya memproduksi barang atau berdagang. ”Bisnis kami adalah tentang membuka pintu rezeki bagi orang lain, mengajarkan kemandirian, dan membuktikan bahwa perempuan juga bisa memimpin di lingkungan apa pun,” katanya.

Sebagai pengusaha perempuan di industri yang didominasi laki-laki, Lizza telah menciptakan lapangan kerja, memberdayakan komunitas, dan menanamkan semangat kemandirian. Pabrik dan galangan kapalnya bukan sekadar tempat kerja, melainkan ekosistem peluang. Di mana bakat lokal dipupuk dan keahlian tradisional diubah menjadi potensi ekonomi.

Lizza memandang perempuan sebagai pelindung budaya lokal dan jembatan antara warisan dan inovasi global. ”Pengusaha perempuan bukan hanya Kartini masa kini, mereka adalah arsitek masa depan yang dibangun dengan ketangguhan dan kesetaraan,” ujarnya.

Menyongsong masa depan, Lizza dan PT Lundin kembali mendorong batas-batas inovasi. Perusahaan ini kini merambah teknologi maritim dan udara otonom, mengembangkan Unmanned Surface Vehicles (USVs) dan Unmanned Aerial Vehicles (UAVs). Sebuah kapal drone rudal revolusioner sepanjang 20 meter sedang diproduksi untuk Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut Indonesia (Kemhan TNI-AL), dengan pengujian dijadwalkan pada Juli 2025.

Proyek ambisius ini menggarisbawahi pendekatan visioner Lizza dan komitmennya untuk menjadikan Banyuwangi sebagai pusat inovasi teknologi. Perjalanan Lizza mewujudkan esensi visi Kartini, yang ia ungkapkan dalam surat-suratnya: ”Habis gelap, terbitlah terang.”

Bagi Lizza, terang itu bersinar melalui kemandirian ekonomi, dampak sosial, dan pemberdayaan perempuan. Bisnisnya tidak hanya mengubah nasibnya sendiri, tetapi juga menerangi jalan bagi banyak orang, dari pasar kecil Banyuwangi hingga forum pembangunan global.

Saat Indonesia memperingati Hari Kartini pada 21 April, Lizza Lundin berdiri sebagai bukti nyata kekuatan pengusaha perempuan. Suaranya bergema dalam denyut nadi bangsa, membuktikan bahwa api Kartini terus menyala di tangan mereka yang berani bermimpi, memimpin, dan menginspirasi.

Mungkin Kartini tak pernah membayangkan luasnya warisan perjuangannya 146 tahun setelah kelahirannya, tetapi dalam diri Lizza Lundin—seorang perempuan yang mengubah kearifan lokal menjadi kesuksesan global— ia pasti akan melihat cerminan semangatnya yang tak pernah padam. (*/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#kartini #pt lundin industry invest #visioner #ekonomi #banyuwangi