RadarBanyuwangi.id - Insiden God Valley masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam dunia One Piece. Meskipun sedikit petunjuk telah terungkap dalam Egghead Arc, nasib sebenarnya dari pulau ini setelah Kompetisi Perburuan Penduduk Asli, serta bagaimana ia bisa terhapus dari sejarah, tetap menjadi tanda tanya besar.
Pertempuran legendaris antara Bajak Laut Roger dan Bajak Laut Rocks pun masih diselimuti banyak rahasia. Para penggemar mendapatkan secercah informasi, tetapi pada saat yang sama, terasa seolah mereka masih berada dalam kegelapan.
Thriller Bark, adalah kapal raksasa yang menjadi markas Gecko Moria, sebenarnya adalah sisa-sisa dari God Valley! Jika teori ini benar, maka tanpa sadar, Luffy dan kru Topi Jerami sudah pernah menginjakkan kaki di lokasi salah satu peristiwa paling bersejarah dalam dunia One Piece.
Teori ini mungkin terdengar gila pada awalnya, tetapi jika diteliti lebih dalam, ada sejumlah petunjuk yang mendukungnya. Salah satu yang paling mencolok adalah kenyataan bahwa baik Thriller Bark maupun God Valley berasal dari West Blue—sebuah kebetulan yang terlalu mencurigakan untuk diabaikan.
Ditambah lagi, dalam kilas balik Chapter 1096, beberapa anggota Bajak Laut Rocks memiliki kemiripan luar biasa dengan Jenderal Zombie yang dikendalikan oleh Moria di Thriller Bark.
Jika God Valley benar-benar berubah menjadi Thriller Bark, ini dapat menjelaskan bagaimana Moria memperoleh begitu banyak mayat dari Bajak Laut Rocks.
Pertempuran dahsyat di God Valley mungkin telah menyebabkan banyak korban jiwa dari pihak Bajak Laut Rocks, dan dengan minimnya solidaritas di antara mereka, tidak mengherankan jika para anggota yang masih hidup—seperti Big Mom, Kaido, dan Whitebeard—tidak peduli dengan rekan-rekan mereka yang gugur.
Bagaimana God Valley Bisa Berubah Menjadi Thriller Bark?
Jika teori ini benar, maka muncul pertanyaan baru: Bagaimana mungkin sebuah pulau di West Blue bisa berpindah ke Florian Triangle di Grand Line?
Dibawa melalui Reverse Mountain, meskipun ukuran Thriller Bark yang sangat besar membuat teori ini agak sulit diterima.
Melalui rute bawah laut melewati Pulau Manusia Ikan, seperti yang terlihat saat Moria membawa Thriller Bark ke Pulau Fullalead dalam Chapter 925.
Lalu mengapa Moria memilih God Valley sebagai basisnya?
Menurut Vivre Card Databook Volume 11, Moria membangun Thriller Bark setelah kekalahannya melawan Kaido, sekitar 23 tahun sebelum cerita utama One Piece berlangsung.
Ini mengindikasikan bahwa Moria mungkin memang sengaja mencari God Valley—bukan sekadar sebagai markas, tetapi juga sebagai sumber utama mayat untuk pasukan zombienya.
Jika benar, ini berarti Moria secara aktif mengincar sisa-sisa Bajak Laut Rocks untuk melawan Kaido dalam pertarungan balas dendam di masa depan.
Sayangnya, rencana itu tak pernah terwujud. Moria kalah dari Luffy di Thriller Bark, dan kemudian diketahui mengalami nasib buruk di Fullalead, di mana ia berhadapan dengan Blackbeard.
Dengan One Piece yang semakin mendekati Final Saga, masih belum jelas apakah teori ini akan dikonfirmasi atau hanya sekadar spekulasi liar.
Namun, satu hal yang pasti: Thriller Bark mungkin memiliki peran yang jauh lebih besar dalam kisah One Piece daripada yang kita kira selama ini.
Apakah Eiichiro Oda sudah merencanakan keterkaitan antara Rocks Pirates dan Thriller Bark sejak awal, atau ini hanya kebetulan yang dimanfaatkan kemudian? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Namun, satu hal yang tak terbantahkan adalah bahwa misteri God Valley masih menyimpan banyak rahasia yang menunggu untuk diungkapkan. (*)
Editor : Ali Sodiqin