RADAR BANYUWANGI – Memelihara kucing pun disebut disunahkan dalam Islam. Itu karena kucing merupakan hewan yang disayang oleh Nabi Muhammad SAW.
Hal itu berlandaskan riwayat sahabat Rasullulah SAW yang memelihara kucing dan tidak ditegur.
Menurut Islam, memelihara kucing merupakan ibadah yang dapat membawa kebaikan dan keselamatan di akhirat. Berikut beberapa keutamaan memelihara kucing dalam Islam:
1. Meraih rahmat Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT akan merahmati orang yang memelihara kucing pada hari kiamat.
2. Dibebaskan dari neraka
Orang yang memelihara kucing dengan baik dapat dibebaskan dari neraka karena kesaksian kucingnya kepada Allah SWT.
3. Mengampuni dosa
Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang memelihara hewan dengan sepenuh hati.
4. Menambah rezeki
Islam memandang bahwa memelihara kucing merupakan salah satu cara untuk menambah rezeki.
5. Melatih tanggung jawab
Memelihara kucing dapat melatih seseorang untuk bertanggung jawab, seperti memberikan makanan, air, menyediakan tempat tidur, dan menjaga kucing agar tetap sehat.
Selain itu, memberi makan kucing, meskipun hanya sisa makanan, dianggap sebagai sedekah.
Namun demikian, bagi Umat Islam memelihara kucing hendaknya berhati-hati. Sebab, kotoran kucing mengandung najis yang justru bisa merusak ibadah.
Dalam salah satu kanal Youtube, Ustadz Khalid Basalamah menegaskan untuk tidak memelihara kucing meskipun tidak dilarang oleh nabi.
"Saran saya jangan pelihara kucing, walaupun Abu Hurairah pernah memeliharanya, sahabat Nabi cuma beliau, yang lainnya tidak ada yang memelihara," kata Ustaz Khalid Basalamah seperti dikutip dari video di YouTube.
Ustaz Khalid Basalamah pun mengungkapkan alasannya. Ia menuturkan bahwa sebaiknya hewan bertaring tidak untuk dipelihara.
"Memang Nabi tidak tegur, cuma hewan yang bertaring ini memang lebih baik tidak dipelihara," sambungnya.
Lebih lanjut, Ustaz Khalid Basalamah mengungkapkan bahwa memelihara hewan di dalam rumah juga meningkatkan risiko adanya najis dari kotoran hewan tersebut.
"Kencingnya kucing najis. Hewan-hewan yang bertaring yang dilarang dimakan kotorannya, najis. Dan najisnya berat ya. Najis hissi namanya, sama dengan kencing manusia hukumnya," beber Ustaz Khalid Basalamah.
Najis dari kotoran hewan bertaring itu hukumnya berbeda dengan hewan peliharaan yang lain yang najisnya bisa hilang setelah dibersihkan.
"Beda dengan ayam, ayam itu hewan yang boleh dimakan, kotorannya najis maknawi, artinya tidak menajiskan kalau dibersihin, sudah tidak ada masalah," sambungnya.
Namun, jika memang hendak memelihara kucing, umat Muslim diimbau untuk rajin membersihkan tempat beribadah dan menjaganya tetap suci.
Karena salah satu rukun ibadah sholat, adalah tempat dan pakaian yang dikenakan harus suci dari najis. Termasuk kotoran kucing. (*)
Editor : Ali Sodiqin