Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Angkat Motif Batik Lawasan ’Jenon’, Banyuwangi Batik Festival Digelar Mulai Hari Ini di De Djawatan

Sigit Hariyadi • Jumat, 18 Oktober 2024 | 17:12 WIB
MEMUKAU: Model memeragakan busana batik motif khas Banyuwangi pada perhelatan BBF 2023 di kawasan Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi pada 21 Oktober 2023.
MEMUKAU: Model memeragakan busana batik motif khas Banyuwangi pada perhelatan BBF 2023 di kawasan Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi pada 21 Oktober 2023.

RadarBanyuwangi.id – Pemkab kembali menggelar Banyuwangi Batik Festival (BBF). Tahun ini, event tersebut mengangkat motif batik lawas khas Banyuwangi, yakni motif ”Jenon” yang sarat makna.

Banyuwangi Batik Festival (BBF) akan digelar mulai hari ini hingga besok (18–19/10) di Wanawisata De Djawatan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sugirah mengatakan, BBF bukan acara fashion semata. Lebih dari itu, event ini merupakan upaya pemkab untuk terus melestarikan batik khas Banyuwangi.

”Sekaligus menumbuhkan ekosistem industri batik di Banyuwangi,” ujarnya, Kamis (17/10).

Sugirah mengatakan, event yang masuk tahun kesebelas penyelenggaraan ini juga menjadi ajang untuk regenerasi atau mencari bibit-bibit potensial pengembangan batik daerah. Baik desainer fashion batik maupun perajin kain batik.

”Batik adalah warisan adiluhung bangsa kita. Sudah sepantasnya kita bertanggung jawab melestarikannya. Kami harap dengan terus digelarnya BBF, regenerasi batik daerah akan terus berjalan,” tutur Sugirah.

Pada penyelenggaraan-penyelenggaraan sebelumnya, Banyuwangi Batik Festival telah mengangkat berbagai tema motif batik lokal Banyuwangi.

Mulai motif kuno gajah oleng, galaran, sembruk cacing, gedekan, kangkung setingkes, paras gempal, jajang sebarong, dan sebagainya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Perajin dan Pengusaha Batik Sekarjagad Blambangan Dedy Wahyu Hernanda menyebutkan, motif batik ”Jenon” memiliki filosofi khusus. Motif jenon memiliki bentuk seperti belah ketupat.

Ketupat atau kupat dalam bahasa lokal mengandung arti ”ngaku lepat” atau mengakui kesalahan. Kupat ini terbuat dari janur yang memiliki makna ”sejatining nur” atau cahaya sejati.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop-UMP) Nanin Oktaviantie menambahkan, destinasi De Djawatan sengaja dipilih sebagai venue karena menawarkan sensasi seperti hutan Fangorn dalam film Lord of the Rings.

Baca Juga: Bikin Bangga, 7 Motif Batik Karya Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banyuwangi Raih Hak Cipta

”Keunikan De Djawatan yang rindang dan indah akan menambah daya tarik agenda tahunan yang selalu ditunggu para penggemar batik dan penggemar fashion ini,” kata dia.

Ajang ini juga diiringi serangkaian kegiatan lain yang mendorong kecintaan generasi muda pada batik dan keragaman seni budaya Banyuwangi.

Mulai lomba desain motif batik, lomba peragaan busana batik untuk pelajar, mahasiswa, dan umum.

Ada pula penampilan fashion in the forest oleh para lurah dan kepala desa se-Banyuwangi.

”Juga ada hiburan pergelaran seni jaranan buto hingga pameran batik dan hiburan musik. Puncak acara akan dihelat pada 19 Oktober 2024 mulai pukul 13.00 sampai 17.00,” pungkas Nanin. (sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#banyuwangi batik festival #fashion #festival #De Djawatan #bbf #banyuwangi