RadarBanyuwangi.id - Saat matang sempurna, buah kepel memiliki rasa yang sangat manis dan segar. Satu buah kepel terdiri dari 49 persen daging buah, 27 persen biji dan sisanya adalah kulit yang lumayan tebal.
Selain dinikmati karena rasanya yang enak, buah kepel juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Dalam dunia pengobatan, daging buah kepel bermanfaat karena kandungan polifenol, saponin, dan flavonoida menjadikan buah kepel kaya antioksidan.
Kepel diketahui bermanfaat sebagai peluruh kencing, mencegah radang ginjal, menurunkan kolesterol dan asam urat, menjaga fungsi hati, mempercepat regenerasi sel tubuh, mencegah kanker, dan mengatasi aroma tubuh tak sedap.
Meski kaya manfaat, namun bagi wanita yang baru menikah, disarankan tidak mengonsumsi buah kepel. Ini karena kandungan isoflavon dan fitoestrogen dari daging buah bisa mempengaruhi kesuburan wanita.
Sifat alami kandungan tersebut bisa menahan sementara proses reproduksi pada wanita. Sehingga buah Kepel juga memiliki khasiat mirip pil KB, yang menghasilkan kemandulan sementara.
Di sisi lain, pada era kerajaan, buah kepel kerap kali digunakan sebagai parfum dan pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan. Dilansir dari Wikipedia, sejauh ini penggunanya terbatas di Kesultanan Jogjakarta. Sebab itulah buah kepel menjadi identitas dari Jogjakarta.
Para bangsawan dan putri keraton sering mengonsumsi kepel, agar aroma tubuh mereka wangi. Selain itu, buah kepel yang matang dapat juga mengatasi mulut yang berbau tak sedap. Dipercaya juga, buah kepel memiliki khasiat awet muda dan kecantikan.
Sedangkan di Banyuwangi, banyak masyarakat yang mengetahui bentuk dan khasiat buah kepel. Akan tetapi, karena keberadaannya semakin langka, kebanyakan warga Bumi Blambangan belum pernah memakan dan merasakan kesegaran buah kepel. (sas/bay)
Editor : Lugas Rumpakaadi