RadarBanyuwangi.id - Dewandaru (Eugenia uniflora), sering juga disebut ceremai Belanda atau Surinam cherry, adalah tanaman yang menarik dan kaya manfaat.
Dewandaru dikenal memiliki makna spiritual dalam beberapa budaya, namun di balik kepercayaan mistisnya, tanaman ini juga menawarkan berbagai khasiat baik untuk kesehatan maupun lingkungan.
Dewandaru adalah tanaman perdu yang dapat tumbuh hingga 5-8 meter. Daun-daunnya kecil, berwarna hijau mengkilap dengan bentuk lonjong. Buahnya yang menarik berbentuk bulat agak pipih dan memiliki alur menyerupai labu kecil, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi merah terang atau ungu ketika matang.
Buah Dewandaru terasa manis asam dan sering dimanfaatkan dalam pembuatan selai, jus, hingga dikonsumsi langsung sebagai buah segar. Tanaman Dewandaru berasal dari kawasan Amerika Selatan, terutama Suriname dan Brasil.
Namun, di Indonesia, terutama di Jawa, tanaman ini memiliki cerita mistis tersendiri. Dalam kepercayaan Jawa, Dewandaru dianggap sebagai pohon keramat yang diyakini membawa keberuntungan atau nasib buruk, tergantung bagaimana seseorang memperlakukan pohon ini. Mitos ini tumbuh subur di sekitar kawasan keraton atau tempat-tempat keramat.
Meski memiliki nilai budaya yang kuat, Dewandaru juga kaya akan manfaat medis dan kesehatan. Buah Dewandaru mengandung berbagai senyawa bermanfaat, seperti vitamin C, antioksidan, dan flavonoid, yang baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh serta menangkal radikal bebas.
Dewandaru mengandung antioksidan yang dapat melindungi kesehatan jantung dengan mencegah oksidasi kolesterol jahat (LDL). Ini membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan menjaga kestabilan tekanan darah.
Vitamin C dalam buah Dewandaru sangat baik untuk kesehatan kulit. Dengan mengonsumsi buah ini secara teratur, kulit bisa menjadi lebih sehat dan cerah, serta membantu melawan tanda-tanda penuaan seperti keriput dan bintik hitam.
Serat yang terkandung dalam buah Dewandaru membantu memperlancar proses pencernaan dan mencegah sembelit. Selain itu, buah ini juga dipercaya dapat menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus.
Ekstrak daun dan buah Dewandaru diketahui memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat meredakan peradangan dan nyeri. Beberapa pengobatan tradisional menggunakan daun Dewandaru untuk mengatasi masalah seperti radang sendi atau infeksi ringan.
Kandungan vitamin dan mineral pada buah Dewandaru membantu proses detoksifikasi alami tubuh, membersihkan racun yang menumpuk dalam darah dan organ-organ penting lainnya.
Selain dikonsumsi sebagai buah segar, Dewandaru juga sering diolah menjadi jus, selai, dan bahkan campuran dalam berbagai produk herbal. Ekstrak daun Dewandaru juga digunakan dalam ramuan tradisional untuk mengatasi demam dan batuk.
Pohon ini seringkali ditanam di halaman rumah sebagai tanaman hias karena bentuknya yang indah, serta dipercaya membawa keberuntungan. Dewandaru relatif mudah dibudidayakan. Tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah tropis dan membutuhkan paparan sinar matahari penuh. Tanaman ini bisa dikembangkan dari biji atau melalui stek batang.
Tanah yang gembur dan drainase yang baik sangat penting untuk pertumbuhan optimal. Selain itu, tanaman ini cukup toleran terhadap kekeringan, menjadikannya ideal ditanam di daerah dengan curah hujan yang bervariasi. (gas/bay)
Editor : Lugas Rumpakaadi