RadarBanyuwangi.id - Ciplukan ternyata menjadi salah satu buah yang populer dan diburu warga. Padahal, tanaman ini dulu dianggap sebagai gulma.
Pada beberapa tempat, Ciplukan punya beberapa nama. Di Madura, tanaman ini familiar disebut dengan nama Nyor Nyoran. Sedangkan di Jawa Barat punya nama khas yakni cecenetan. Untuk masyarakat Bali, ciplukan biasa disebut dengan nama ciciplukan.
Tanaman ini boleh jadi kini sulit ditemui. Dulunya, ciplukan paling mudah ditemui dan tumbuh hampir di sembarang tempat khususnya sekitar areal persawahan. Tanaman yang memiliki nama latin Physalis angulate sering dianggap sebagai gulma. Tak heran keberadaannya kadang membuat pemilik lahan memiliki tindakan tegas yakni yang harus dibasmi dan dibuang begitu saja.
Buah ciplukan terbungkus oleh kelopak dengan bentuknya yang menggelembung. Selain itu memiliki warna kuning ketika matang. Sedangkan rasa dari buah ciplukan ini sedikiti asam manis. Boleh jadi ini menjadi awal buah ciplukan begitu digemari.
Diameter dari buah ciplukan adalah sekitar 1,25 hingga 2 sentimeter. Tapi siapa sangka bila ciplukan ternyata kaya akan manfaat. Termasuk diantaranya tanaman ciplukan ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Baik dari buahnya hingga daun ciplukan sama-sama mampu memberikan manfaat bagi kesehatan manusia. Buah maupun daun ciplukan kaya akan beberapa kandungan zat berguna bagi tubuh. Buah ciplukan juga memiliki kandungan zat antioksidan seperti karotenoid dan polifenol. Keduanya dipercaya mampu menetralkan radikal bebas yang bisa masuk ke dalam tubuh. Selain itu pula daun ciplukan memiliki efek antiinflasi dan analgesic.
Manfaatnya bisa menenangkan sekaligus mempercepat proses penyembuhan. Buah ciplukan memiliki kandungan asam oleat dan linoleat yang sudah terbukti ampuh dalam proses penurunan kolesterol jahat atau LDL. Sekaligus bisa meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL.
Tanaman ini juga begitu cocok untuk menjadi obat bagi penderita diabetes. Ciplukan memiliki kemampuan hiperglikemi yang mampu membantu menurunkan kadar gula darah. Cara konsumsinya mudah.
Buah ciplukan dapat dikonsumsi secara langsung tanpa perlu diolah terlebih dahulu. Sedangkan untuk daunnya bisa direbus terlebih dahulu selama 15 hingga 20 menit. Lalu airnya bisa disaring untuk diminum satu kali dalam sehari.
Namun kini keberadaan buah ciplukan saat ini sangat jarang ditemukan. Hal ini membuat buah ciplukan memiliki harga yang cukup tinggi sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu untuk per kilogramnya. Tingginya harga jual buah ciplukan tentunya juga sebanding dengan manfaat yang diberikan oleh tanaman ciplukan untuk kesehatan tubuh manusia. (nic/bay)
Editor : Lugas Rumpakaadi