Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gandeng BSTF, Program Bakti BCA Lepas Liarkan 15.000 Tukik di Pantai Villa Solong Banyuwangi: Libatkan Ratusan Siswa Sekolah Dasar

Ayu Lestari • Selasa, 30 Juli 2024 | 17:10 WIB
KONSERVASI: BCA dan BSTF komitmen dalam pelestarian penyu
KONSERVASI: BCA dan BSTF komitmen dalam pelestarian penyu

Radarbanyuwangi.id – Kegigihan dan inovasi pelestarian penyu yang dilakukan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) membuat PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus menjalin kersaja sama dalam melestarikan keberlangsungan satwa laut ini.  Melalui program Bakti BCA, BCA dan BSTF pelepasliarkan 1500 anak penyu alias tukik di Pantai Villa Solong Banyuwangi Jumat (26/7).

Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, menyatakan, ‘Bakti BCA’ merasa terhormat dapat ambil bagian dalam kegiatan ini. Salah satunya dengan komitmen dan mendukung penelitian dan pembuatan Intan Ruang. Kehadiran inivasi yang dilakukan BSTF tersebut dapat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelestarian penyu di Banyuwangi dan Indonesia.

Selain mendukung penelitian dan pengembangan alat inkubasi yang disebut dengan Intan Box. Intan Box sebagai alat inkubator telur penyu kreasi dan inovasi dari  Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF)  agar telur penyu bisa menetaskan lebih banyak lagi. Alat ini kemudian lazim dinamai dengan Intan Ruang.

Intan Ruang menampung hingga 15.000 telur penyu. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan kapasitas “Intan Box” (media inkubasi telur serupa dengan bentuk kotak berukuran 120x60x46 cm) yang sebelumnya pernah didukung oleh Bakti BCA, yaitu sekitar 1.000 telur penyu.

Keunggulan dari Intan Ruang adalah kemampuan untuk mengatur suhu dan kelembapan udara selama proses inkubasi telur penyu berlangsung. Upaya ini dapat mengatur rasio jenis kelamin anak penyu (tukik) yang akan menetas.

Bakti BCA sendiri aktif dalam kegiatan edukasi konservasi penyu. Bersama BSTF, BCA mengajak 100 pelajar dari dua sekolah dasar di Banyuwangi yakni SDN 3 Lateng dan SDN 1 Klatak untuk belajar tentang pentingnya pelestarian penyu.

Acara dirangkaian edukasi ragam edukasi mulai membuat celengan penyu dari botol bekas, dongen seputar konservasi penyu dan diakhiri dengan pelepasan lebih dari 1.500 tukik ke laut.

Kegiatan ini pun mengkolaborasi beberapa pihak seperti BCA, BSTF, Universitas Airlangga, serta pemerintah melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir & Laut Padang (BPSPL).  Kedepannya, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk turut ambil bagian dalam upaya pelestarian penyu.

Pembina BSTF Wiyanto Haditanojo menyebutkan  pemanasan global saat ini membuat mayoritas penyu menetas di alam berjenis kelamin betina. Padahal di alam liar, seekor induk penyu betina memerlukan antara 4 sampai 6 penyu jantan untuk membuahi telur-telur yang ada di dalam indungnya dalam sekali musim bertelur.

Intan Box dan Intan Ruang selain meningkatkan efektivitas penetasan telur penyu dengan mengontrol rasio jenis kelamin penyu. “Tidak lupa, kami berterima kasih atas dukungan Bakti BCA dalam inovasi Intan Box dan Intan Ruang. Dan juga bantuan penelitian dari Universitas Airlangga, serta dukungan pemerintah melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir & Laut Padang (BPSPL)” terangnya. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#universitas airlangga #tukik #Inkubator #Bakti BCA #bca #intan #BOK #Penyu #bksda #bbksda #Konservasi #BPSPL #banyuwangi #edukasi