Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Karomah KH M Ali Bakri Asal Kecamatan Kalibaru: Makam Dibongkar Jenazah Hilang, Santri Melihat Jadi Imam di Masjidil Haram

Gareta Yoga Eka Wardani • Rabu, 29 Mei 2024 | 16:32 WIB
ZIARAH: Pemakaman KH M Ali Bakri Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, hampir tidak pernah sepi dari peziarah Selasa (28/5).
ZIARAH: Pemakaman KH M Ali Bakri Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, hampir tidak pernah sepi dari peziarah Selasa (28/5).

RadarBanyuwangi.id - Warga yang tinggal di Kecamatan Kalibaru, terutama di Dusun Curah Leduk, RT 02, RW 02, Desa Banyuanyar sudah tidak asing dengan nama salah satu ulama KH M Ali Bakri. Warga setempat percaya, kiai ini memiliki banyak karomah.

KH M Ali Bakri itu nama salah satu ulama yang dimakamkan di daerah Dusun Curah Leduk, RT 02, RW 02, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru.

Kiai ini wafat pada 1989. Berbagai cerita yang tidak masuk nalar, mewarnai kisah dalam perjalanan hidupnya.

KH M Ali Bakri ini seorang mursyid Thoriqoh Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah. Dengan posisinya itu, kiai Bakri banyak dikenang oleh santri dan jemaahnya.

“Beliau (KH M Ali Bakri) meninggal di Situbondo dengan kondisi suci, saat itu akan wudu untuk salat tahajud,” terang menantu almarhum KH M Ali Bakri, Nyai Rodifah, 60.

Kiai Bakri ini semasa hidup selalu melaksanakan salat secara berjamaah. Bahkan, sebelum akhir hayatnya meminta kepada snatrinya untuk dibaringkan menghadap kiblat dengan balutan sorban.

“Kala itu, jenazah beliau diantar ambluans dari Situbondo ke Kalibaru. Selama perjalanan bila bertemu masjid minta berhenti untuk melaksanakan salat sunah,” ungkapnya.

Nyai Rodifah percaya mertuanya itu orang saleh yang dicintai oleh Allah. Kepercayaan itu meningkat setelah peristiwa penggalian makamnya.

“Tahun 1995 saat makam beliau ambles karena hujan, warga dengan persetujuan keluarga menggali makam untuk diperbaiki. Ternyata, di liang kuburannya itu warga tidak menemukan jenazah,” terangnya.

Dengan kejadian itu, ibu tiga anak itu percaya jenazah KH M Ali Bakri diangkat oleh Allah. Dia meyakini, ciri-ciri orang saleh itu saat wafat jenazah di makam tetap utuh atau tidak ditemukan dalam makam.

“Saat makam digali, tanah di kuburan mengeluarkan bau wangi,” ucapnya.

Tidak ada yang tahu kondisi jenazah KH M Ali Bakri. Namun, pihak keluarga dan warga mempercayai jenazah guru toriqah itu berada di sisi Allah SWT.

“Makam beliau ramai didatangi peziarah saat haul dan setelah Hari Raya Idul Fitri. Sebagian besar santri semasa beliau hidup,” cetusnya.

Bukti Kiai Bakri ini orang Saleh, banyak karomah yang sempat dilihat warga. Itu seperti saat salah satu rumah warga di kampung itu tertimpa pohon besar, bagian rumah yang ada foto Kiai Bakri kondisinya baik.

“Saya dan masyarakat menyaksikan bagian rumah yang masih utuh ada foto dari wali yang bernama KH M Ali Bakri,” kata Kepala Dusun (Kadus) Curah Leduk sekaligus cicit KH Muhammad Ali Bakri, Moh Muis.

Foto yang menempel di dinding rumah dari bambu itu, terlihat begitu usang. Namun, wajah dari KH M Ali Bakri masih tampak jelas. “Ini kejadian yang snagat aneh,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Sejumlah karomah KH M Ali Bakri yang pernah didengar seperti saat makam kiai Bakri membalas ucapan salam tokoh agama setempat.

“Guru saya dari Krikilan, Kecamatan Glenmore mentalkin dan mengucapkan salam, lalu mik ditaruh di atas makam KH Muhammad Ali Bakri, terdengar jawaban salam yang jelas dari suara beliau (KIai Bakri). Itu didengar oleh ratusan warga yang datang,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, salah satu murid Kiai Bakri dari Situbondo mengaku bertemu saat ibadah haji di Makkah. Sang murid mengaku melihat Kiai Bakri sebagai imam di Masjidil Haram.

“Muridnya itu heran, kiai kok yang mengimami di Makkah, padahal Kiai Bakri sedang tidak di Makkah,” jelasnya.

Muis mengaku pernah mencium bau harum yang berasal dari makam KH M Ali Bakri di Dusun Curah Ledug, RT 02, RW 02. Dan itu membuat masyarakat semakin mempercayai karomahnya.

“Waktu saya kecil mencium bau harum dari makam beliau (Kiai Bakri),” ujarnya.(abi)

 

Editor : Salis Ali Muhyidin
#ziarah #makam #kalibaru #karomah #Suci #banyuwangi #Ulama