Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cobek: Blender Bertenaga Tangan Manusia

Niklaas Andries • Minggu, 5 Mei 2024 | 17:05 WIB

PENGGERUS: Cobek yang lengkap dengan penguleknya sama-sama terbuat dari bahan batu alam.
PENGGERUS: Cobek yang lengkap dengan penguleknya sama-sama terbuat dari bahan batu alam.
Radarbanyuwangi.id - Yang hobi memasak, pasti sering menggunakan blender dan chopper. Namun zaman dulu, para leluhur kita menggunakan cobek batu atau pun cobek kayu.

Perkembangan zaman yang pesat menuntut seseorang bisa melakukan pekerjaan secara cepat dan cenderung instan. Tidak terkecuali untuk urusan memasak di dapur. Kehadiran peralatan memasak modern, boleh jadi membuat kegiatan di dapur menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.

Alasan ini juga yang kemudian membuat masyarakat menjatuhkan pilihannya beralih ke peralatan tradisional ke modern. Namun di tengah gempuran peralatan dapur modern, da juga sebagian masyarakat yang tetap memilih peralatan masak tradisional.

Alasannya pun beragam mulai menjaga kualitas rasa masakan hingga ada yang mengaku tak terbiasa dengan alat dapur serba modern. Salah satu alat masak tradisional yang masih eksis hingga kini salah satunya adalah cobek.

Cobek sendiri kalau disetarakan dengan alat dapur modern bisa disandingkan dengan mesin blender atau chopper. Fungsi cobek dan mesin blender mirip yakni menghaluskan bahan atau bumbu dapur.  Bedanya tentu saja dari cara penggunaannya.

Mesin blender yang didukung power listrik, di dalamnya ada pisau pencincang.  Tinggal pencet tombol, bahan yang dimasukkan ke dalam bisa halus dalam seketika.

Ini berbeda dengan cobek. Butuh tenaga ekstra untuk menghaluskan bumbu dapur. Tapi percaya atau tidak. Banyak orang yang masih suka dengan bumbu hasil ulekan cobek di dapur. “Tekturnya dan aromanya itu yang beda dari mesin blender. Pakai cobek bahan yang dihaluskan masih terasa aslinya,” ujar Apriliana, 33,warga Lingkungan Watu Ulo, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Cobek yang dikenal masyarakat ada dua jenis. Pertama yang terbuat dari batu. Kedua yang terbuat dari bahan tanah liat. Dari segi ketahanan, cobek dari batu lebih diminati masyarakat. Selain awet, mendapatkan hasil gerusan yang diinginkan juga lebih cepat.

Untuk menggunakan cobek dari batu biasanya juga menggunakan ulekan dari batu juga. Berbeda dengan cobek dari tanah liat. Untuk penggunaannya, cobek tanah liat ini biasanya menggunakan ulekan dari bahan kayu kelapa.

Dalam penggunaannya juga harus hati-hati. Sebab terlalu kuat menekan, cobek dari tanah liat ini mudah pecah. Tapi di sisi lain, cobek dari tanah liat lebih mudah dibersihkan dari pada cobek batu. (nic/bay)

 

 

Editor : Niklaas Andries
#blender #chopper #dapur #tradisional #tanah liat #cobek batu #memasak #cobek