Radarbanyuwangi.id - Tampah bukan sekadar alat kerja biasa. Peralatan dapur bulat lebar ini, ternyata sudah naik kelas menjadi barang pajangan, sekaligus simbol kekayaan budaya Nusantara.
Seiring waktu berjalan, masyarakat terbawa arus perkembangan teknologi. Tidak bisa dipungkiri, banyak perubahan terjadi dari zaman dahulu hingga sekarang. Saat ini, alat rumah tangga semakin canggih dan modern, sehingga kita dapat melakukan segala aktivitas di rumah dengan mudah.
Masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti memasak, dan bersih-bersih serba instan dengan alat-alat yang sudah modern itu. Namun tetap saja, ada barang-barang sederhana yang hingga kini masih dipertahankan dan masih eksis.
Peralatan ini, mempunyai nilai sejarah dan akan diingat karena Indonesia memiliki banyak warisan budaya yang beragam dan unik. Salah satunya adalah tampah. Mengapa tampah menjadi suatu alat yang bersejarah dan mempunyai peran budaya?
Tampah merupakan salah satu peralatan rumah tangga tradisional yang dipercaya berasal dari Jawa Barat. Tampah merupakan satu alat yang biasa dipakai wadah menaruh bahan-bahan dapur. Tampah sudah eksis dari zaman kerajaan Mataram Kuno. Saat itu, tampah digunakan sebagai peralatan makan kerajaan dan adat Jawa.
Sejak dahulu, tampah terbuat dari anyaman bambu atau rotan yang membentuk sebuah wadah bundar atau datar dengan pegangan di sampingnya. Bahan bambu atau rotan dipilih karena tahan lama dan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan.
Sementara itu, dalam kehidupan kultural di Jawa Barat, tampah merupakan salah satu simbol kearifan lokal dan keindahan budaya. Tampah digunakan untuk menyajikan makanan, menyimpan barang-barang kecil, atau bahkan sebagai hiasan rumah. Selain itu, tampah juga memiliki makna simbolis dalam adat istiadat Jawa Barat. Dalam beberapa acara adat seperti pernikahan atau upacara tradisional, tampah sering digunakan sebagai alat pelengkap.
Seiring berjalannya waktu, tampah telah mengalami perkembangan dari segi desain dan material. Sekarang, ada banyak variasi tampah yang terbuat dari bahan yang lebih modern seperti plastik, rotan sintetis, atau anyaman serat alami lainnya. (sas/bay)
Editor : Niklaas Andries