Radarbanyuwangi.id – Ada banyak cara menyalurkan kreatifitas dan bakat. Bidang seni musik bisa menjadi pilihan itu untuk. Salah satunya dengan membentuk kelompok bermusik yang lazim disebut dengan grup band.
Band bisa menjadi saran menyalutkan bakat dan minat. Tidak hanya bermain musik, tetapi juga olah vokal. Hal inilah yang kemudian membuat grup band banyak dibentuk anak-anak muda untuk menyalurkan bakat yang mereka milik.
Hal ini pula yang tergambar dalam sereal boneka Si Unyil. Meski digambarkan di tinggal di sebuah desa terpencil. Namun hal itu tidak menghalangi anak-anak muda disana untuk bisa mengembangkan kreasi bakat bermusik mereka.
Atas dorongan semangat itulah maka lahirlah grup band di Desa Sukamaju, tempat si Unyil tinggal, dengan nama Dekil Band. Tidak dijelaskan awal dan asal usul nama band ini memilih menggunakan kata Dekil.
Mungkin konotasi orang desa yang berperawakan apa adanya dan kotor membuat grup ini dinamakan demikian. Meski bernama Dekil Band, grup musik ini sangat popular di Desa Sukamaju.
Grup ini kerap manggung di diberbagai acara desa. Salah satunya acara tasyakuran desa Si Unyil karena menerima Piala Kalpataru dari presiden. Disini bahkan Pak Raden tampil mengisi acara sebagai vokalis. Judul lagunya, ‘Pak Raden Mari Kemon’.
Lagu itu sendiri bercerita tentang pentingnya penghijauan. Sambil bernyanyi, grup Dekil Band dan Pak Raden memegang sebuah tanaman dalam sebuah tas plastik.
Bahkan ketiganya membentuk band di kampungnya, Desa Sukamaju. Band itu diberi nama Dekil Band. Tidak hanya itu, Pak Ogah juga pernah tampil bersama band ini. Dalam Lagu Jaipongan, grup band ini mampu tampil menghibur warga Desa Sukamaju.
Band Dekil, diisi oleh Meilani sebagai vokalis, Endut sebagai drummer, Unyil dan Usrok sebagai gitaris dan Ucrit sebagai keyboardist. Komposisi ini juga kadang mengalami custom dengan masuknya Cuplis sebagai gitaris. (*)
Editor : Niklaas Andries