Radarbanyuwangi.id – Disadari atau tidak, tayangan serial boneka Si Unyil tidak hanya mengangkat nilai luhur bangsa. Tontonan yang mulai tayang 1981 ini turut menumbuh suburkan secara luas permainan tradisional nusantara kepada anak-anak di zaman itu.
Salah satu yang cukup hits dalam tayangan Si Unyil adalah kalimat, “Hompimpa Alaium Gambreng”. Kalimat ini hadir sebagai pembuka scene serial ini. Dimana Unyil, Usro, dan Ucrit, hendak bermain kucing-kucingan.
Untuk menentukan siapa yang menjadi kucing untuk mengejar dan menangkap lainnya. Ketiga menentukan sosok kucingnya dengan cara Hompimpa Alaikum Gambreng. Dalam scene itu, Unyil kemudian menjadi kucing.
Boleh jadi, kalimat semacam hampir semua orang pernah mendengarnya. Sepintas memang mirip jampe-jampe atau mantra. Sebab hampir seluruh permainan anak-anak menggunakan kalimat tersebut.
Dan tak dinyana, Hompimpa Alaium Gambreng ternyata juga merupakan salah satu jenis permainan tradisional anak-anak Nusantara. Dikutip dari buku berjudul "Permainan Tradisional Anak Nusantara" dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud.
Hompimpa Alaium Gambreng' digunakan sebagai cara menentukan siapa orang yang menjadi pemain pertama dalam suatu permainan. Permainan ini juga biasanya digunakan untuk menentukan pembagian tim pada suatu permainan.
Hompimpa Alaium Gambreng familiar digunakan anak-anak Jawa. Sedangkaan istilah ini juga dipakai dalam budaya Betawi. Bedanya, dibagian akhir kalimat ditambahi kalimat sambung. Bunyinya menjadi, “Hompimpa alaium gambreng, Mpok Ipah pakai baju rombeng”.
Dalam pelaksananya, permainan ini dilakukan dengan cara seluruh peserta permainan mengucapkan kalimat 'Hompima alaium gambreng' secara bersamaan. Sambil menlafalkan kalimat tersebut, mereka meletakkan tangan secara berdekatan.
Masing-masing peserta akan membalikkan tangan menjadi bagian telapak tangan yang putih atau bagian belakang telapak tangan.Perbedaan telapak tangan tersebut akan menjadi tanda pada permainan ini.
Biasanya pemenang dari permainan ini ditentukan dari bagian telapak tangan atau belakang tangan yang paling sedikit.
Disisi lain, penentuan pemenang permainan ini juga dapat dikreasikan sendiri sesuai kebutuhan permainan. Misalnya digunakan untuk pembagian tim permainan. Maka dapat dilihat dari jumlah peserta yang membalikkan telapak tangan dan belakang tangan.
Permainan ini memiliki aturan yang mana pemain harus membalikkan tangan secara cepat dan serentak. Jika ada salah satu pemain yang lebih cepat atau terlambat maka harus diulang kembali. Permainan ini umumnya dilakukan oleh lebih dari dua orang.
Dan yang perlu diingat, kalimat 'Hompimpa alaium gambreng' nyatanya memiliki arti yang cukup mendalam. Tidak hanya sebagi 'mantra' dalam sebuah permainan, kalimat ini menyimpan makna yang cukup religius.
'Hompimpa alaium gambreng' memiliki arti 'Dari Tuhan Kembali ke Tuhan, Mari kita Bermain'. Kalimat 'Hompimpa alaium gambreng' juga disebutkan berasal dari Bahasa Sanskerta atau Bahasa Kesustraan Hindu Kuno.
Kemudian kalimat tersebut disebarluaskan oleh para leluhur dari wilayah Jawa. Makna dari kalimat 'Hompimpa alaium gambreng' menunjukkan pada dasarnya segala kehidupan akan kembali ke Tuhan.(*)
Editor : Niklaas Andries