Selama 13 tahun mulai 1981 hingga 1993, Si Unyil menjadi teman setia generasi 80an dan 90an setiap akhir pekan. Tayang pada hari Minggu pukul 08.00, Si Unyil menjadi hiburan satu-satunya yang real made in Indonesia kala itu.
Hal itu yang kemudian membuat Si Unyil yang berhenti tayang coba dihidupkan kembali dalam beberapa tayangan di stasiun televisi. Si Unyil kemudian coba dibangkitkan kembali setiap Minggu pagi di pada tanggal 21 April 2002 hingga awal 2003.
Kemudian berpindah tayang lagi pada medio 2003 hingga akhir 2003 setiap Minggu pukul 16.30 WIB. Terakhir, cerita Si Unyil kembali tayang pada 2002-2003 oleh stasiun TV swasta dengan nama baru, Laptop Si Unyil.
Film Serial Boneka Si Unyil menyajikan kisah sehari-hari yang dibawakan dengan gaya komedi serta kaya akan pesan dan pengetahuan yang dibawakan oleh tiap-tiap karakter secara langsung maupun tidak langsung.
Ada beberapa karakter dalam film ini yang sangat memorable bagi penggemarnya. Setidaknya ada 6 tokoh yang ikonik di film ini seperti :
1. Unyil
Unyil adakah karakter utama dalam serial boneka Si Unyil. Sosok yang ditampilkannya unik dan khas. Dia mengenakan peci hitam, berbaju orange, dan berselendangkan sarung.
Aksinya kadang juga kerap melakukan aksi kocak yang menghibur penonton. Dia juga sering ditampilkan sebagai karakter yang bertindak sebagai pengamat sekaligus pencerita pembahasan dalam tiap episode yang ditayangkan.
2. Ucrit
Ucrit merupakan salah satu teman dekat Unyil. Ucrit digambarkan sebagai seorang anak pemeluk agama Katolik. Lewat kisah persahabatan Ucrit dan Unyil serta teman-teman lainnya. Penonton diajak untuk mengenal toleransi dan hidup rukun meski berbeda keyakinan.
3. Usro
Selain Ucrit, teman Unyil yang lain adalah Usro. Mereka bertiga merupakan teman sepermainan. Tokoh Usro ini ditampilkan dengan gaya yang unik. Dia selalu mengenakan baju kotak-kotak dan potongan rambut belah tengah yang menjadi ciri khasnya.
4. Meilani
Lagi-lagi film Si Unyil mencoba menampilan sisi keberagaman. Ini disajikan lewat sosok Meilani. Dia merupakan teman sekolah Unyil yang merupakan keturunan Etnis Tionghoa.
Meski bukan dari latar belakang yang sama, Meilani dapat bergaul dengan teman-teman lainnya dan hidup rukun.
5. Pak Ogah
Sosok ini boleh dibilang paling ikonik dalam film Si Unyil. Pak Ogah digambarkan sebagai seorang tunakarya dan memiliki sikap malas. Hal itu diperlihatkan dalam sikapnya yang suka ogah-ogahan. Saat diajak beraktifitas atau kegiatan di desa, dia selalu menjawab ‘ogah ah’.
Ada lagi kata-kata ikonik yang sering dilontarkannya yaitu ‘Cepek dulu dong’. Ucapan ini membuat sosok Pak Ogah viral di zamannyal. Pengisi suara karakter Pak Ogah diketahui bernama Abdul Hamid. Sosok aslinya bahkan mirip dengan karakter bonekanya.
6. Pak Raden
Pak Raden digambarkan dengan kumis tebalnya, beskap bergaris khas Jawa, dan mengenakan blangkon. Sosoknya ditampilkan sebagai seorang keturunan Jawa yang begitu kental.
Pak Raden juga selalu berpegang teguh pada primbon dan memegang teguh keyakinannya sebagai orang Jawa. Karakternya digambarkan suka marah. Paling ketara saat ada anak anak kampung mengambil jambu milik Pak Raden di pekarangan rumahnya.
7. Cuplis
Cuplis merupakan teman satu kelas Si Unyil. Hanya saja dalam alur cerita Cuplis kerap berseberangan dengan Unyil dan teman-temannya yang lain. Dia digambarkan berkepala pelontos dan sedikit keras kepala
8. Bu Bariyah
Karakter ini merupakan satu-satunya karakter orang Madura dalam Serial Boneka Si Unyil. Kesehariannya Bu Bariyah digambarkan sebagai penjual rujak keliling di Desa Sukamaju. Logat Maduranya kental dengan aksen “Boh Aboh Tak Iye,” begitu melegenda zaman itu.
9. Ableh
Ableh merupakan gambaran tunawisma. Dia merupakan patnner Pak Ogah. Keduanya sering tidur dan menjadikan pos kamling sebagai markas hariannya. Meski begitu Ableh pada dasranya orang baik.
10. Kinoy
Kinoy sejatinya merupakan adik sepupu Si Unyil. Dia merupakan sahabat baik Cuplis. Keduanya sering kali bermain bersama. Bahkan keduanya menjadi penikmat buah jambu milik Pak Raden
Selain tokoh tersebut masih banyak karakter tokoh lainnya dalam serial boneka Si Unyil ini. Namun kebanyakan mereka jarang tampil dalam cerita secara rutin. (*)
Editor : Niklaas Andries