RadarBanyuwangi – Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi (MAB) punya koleksi Alquran ukuran raksasa.
Alquran ukuran jumbo tersebut rutin dibaca dalam rangkaian tadarus di bulan suci Ramadan.
Pada malam lailatul qadar, jemaah MAB seolah ”berlomba” membaca Alquran untuk mendapatkan pahala berlipat. Dengan membaca Alquran, jemaah berharap bisa mendapatkan berkah selama bulan Ramadan.
Selesai salat Tarawih, jemaah membaca Alquran ukuran raksasa bersampul kayu dengan ukuran panjang 2 meter, lebar 1,5 meter, dan berat 400 kilogram.
Alquran raksasa tersebut merupakan karya tulisan tangan H Abdul Karim dari Kecamatan Genteng pada tahun 2011.
”Pembuatan Alquran tersebut memakan waktu setengah tahun,” ujar Sekretaris Umum Yayasan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi Iwan Aziez Siswanto.
Iwan menyebut, tradisi membaca Alquran tak hanya sebagai sarana meningkatkan ibadah, tetapi juga sebagai warisan budaya dan keagamaan yang patut dilestarikan bagi masyarakat Banyuwangi.
”Sebenarnya tidak ada yang membedakan dengan tadarus pada umumnya. Perbedaannya terletak pada ukuran Alquran yang dibaca.
Tidak banyak masyarakat yang diizinkan untuk membaca Alquran raksasa ini. Meskipun dengan ukuran teks atau huruf yang jumbo sebesar 100 x 165 centimeter, banyak jemaah yang masih kesusahan,” kata Iwan.
Seperti tadarus-tadarus pada umumnya, ngaji Alquran setebal 1,5 x 2 meter ini dilantunkan setelah salat Tarawih.
Pembaca Alquran seberat kurang lebih 4 kuintal ini biasanya terdiri tujuh qori yang salah satunya seorang penghafal Alquran.
”Dari tujuh qori Alquran raksasa terdiri satu qori ngaji, dua qori penggeblat atau bagian membalikkan halaman Alquran supaya tidak robek, dan qori sisanya menyimak dengan tenang,” papar Iwan. (rio/aif/c1)
Editor : Salis Ali Muhyidin