Kemudian cerita Si Unyil kembali tayang pada 2002-2003 oleh stasiun TV swasta dengan nama baru, Laptop Si Unyil.
Unyil, tokoh utama dalam cerita ‘Si Unyil’ digambarkan selalu menggunakan peci dan sarung dalam kesehariannya. Kedua hal itu juga dianggap mewakili identitas masyarakat Indonesia.
Sementara itu, digambarkan karakternya merupakan anak baik sedangkan teman-temannya yang nakal akan selalu kalah pada akhir cerita.
Ada juga beragam karakter yang mereprentasikan wajah-wajah anak Indonesia.
Selain bocah-bocah macam si Unyil dan kawan-kawannya, juga ada sosok pengangguran seperti Pak Ogah, dan Pak Raden sosok yang berwibawa dengan hiasan kumis tebal di atas mulutnya.
Film Boneka Si Unyil ini diproduksi oleh Produksi Film Negara (PPFN), sebuah perusahaan film milik negara.
Tak heran jika saat tayang perdana pada 5 April 1981silam kartun ini tayang di TVRI.
Program film Boneka Si Unyil dipegang langsung oleh Drs Suyadi yang merupakan pembuat karakter Si Unyil.
Meski sudah berumur lebih dari 30 tahun, pamor dari Si Unyil tetap tak lekang oleh waktu.
Sejak tahun 1981 hingga 2017, telah 36 tahun Unyil dan karakter lainnya menemani dan mewarnai hiburan anak-anak Indonesia.
Hingga kini, Si Unyil masih melekat di hati anak-anak dengan format yang lebih modern.
Karya ini telah menjadi karakter boneka yang melintasi generasi. (sas)
Editor : Niklaas Andries