RadarBanyuwangi.id – Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu penghasil kopi terbaik di Pulau Jawa.
Dua jenis kopi utama di dunia, yakni arabika dan robusta, bisa ditemukan di Kota Gandrung, julukan Banyuwangi, ini.
Nah, salah satu varian kopi yang banyak digemari masyarakat adalah kopi lanang atau biasa disebut peaberry coffee.
Salah satu daerah di Banyuwangi yang diklaim sebagai penghasil kopi lanang terbaik adalah Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro.
Desa Telemung ini terletak di kaki Pegunungan Ijen. Desa ini berada diketinggain 800 mdpl – 900 mdpl.
Letak geografis yang berada di ketinggian ini, membuat Desa Telemung cocok untuk tanaman kopi. Baik arabika maupun robusta.
Nah, salah satu rahasia rasa kopi lanang made in Desa Telemung Banyuwangi ini adalah dari segi geografis.
Semua perkebunan warga menghadap ke timur. Sehingga mendapat sinar matahari awal yang cukup.
Hal ini karena di sebelah timur Banyuwangi terdapat laut Selat Bali dan mendapat luapan air garam pada siang hari.
Sementara jika malam hari, tanaman kopi Banyuwangi akan mendapat tiupan uap belerang dari Kawah Ijen. Keasaman itu muncul kalau ditanam di atas seribu meter.
Saat musim panen kopi tiba, masyarat Desa Telemung hanya memetik buah kopi yangg paling merah dan matang.
Hal ini untuk mendapatkan biji kopi terbaik yang akan disajikan untuk penikmat kopi.
Setelah dipetik, kopi ini dipilah antara yang berbiji monokotil (biji tunggal) dan dekotil (biji dua).
Nah, biji tunggal inilah yang nantinya akan diproses menjadi kopi lanang.
Petani Desa telemung menjami semua kualitas kopi lanang dari daerahnya memiliki grade A alias kualitas ekspor.
Sebab, biji kopi ini diproses dengan sistem honey process dan biji masih dalam keadaan segar.
Hal sortiran ini lalu disimpan di tempat penyimpanan yang bersih dan tidak dijemur di tanah atau cor langsung.
Setelah dijemur, kopi lanang khas Desa Telemung ini disangrai dengan cara tradisional dan hanya menyisakan kadar air 10-13% saja.
Jenis kopi ini diberi nama Fine Lanang Robusta Telemung yang berasal dari varietes mix, dominan tugusari, BP29. Jenis ini hanya tumbuh di altitude: 800 mdpl – 900 mdpl.
Setelah disangrai, kopi dibiarkan dingin lalu digiling menjadi bubuk. Cita rasa kopi lanang ini akan terasa lebih nikmat jika diminum 5-7 setelah proses sangrai. (*)
Editor : Ali Sodiqin