Lebih dari 12 perkebunan milik negara dan swasta yang ada di Banyuwangi.
Mayoritas, Perkebunan-perkebunan yang ada sejak jaman Belanda itu komoditas utamanya adalah Kopi.
Kopi Banyuwangi tidak hanya laku dipasar lokal, tetapi juga pasar Indonesia bahkan mancanegara.
Banyuwangi pernah mengkespor sekitar 600 ton Kopi Robusta ke pasar Eropa.
Tepatnya pada akhir tahun 2020 dengan tujuan negara Italia dan Swiss.
Ada dua menu Kopi Banyuwangi yang dapat dinikmati.
Yakni Single Origin dan Blend.
Apa saja sih perbedaanya? Yuk cari tahu.
Blend adalah campuran beberapa Kopi untuk memperoleh citarasa yang khas dan seimbang.
Biasanya ada dua jenis hingga lebih kopi yang dicampur.
Salah satu produk Kopi Banyuwangi yang sudah mendunia, yakni Kopai Osing juga memiliki menu Blend.
Diberi label Osing Blend.
Menurut Setiawan Subhekti, pemilik Sanggar Genjah Arum yang tak lain penghasil Kopai Osing, Osing Blend miliknya terdiri dari jenis Kopi yang sama, jenis Arabika dari tiga kebun yang berbeda.
“Kebun berbeda yang dimaksud adalah asal daerah kebun yang tidak sama. Tetapi masih di berada di Banyuwangi,” ujar Iwan panggilan akrab Setiawan
Untuk citarasa Blend, khususnya Osing Blend.
Lebih ringan, tidak terlalu asam dan tidak terlalu pahit.
Cocok bagi lidah penikmat kopi yang masih coba-coba.
Sedangkan Single Origin adalah Kopi yang berasal dari satu daerah (Banyuwangi) saja dan dengan proses sama.
Pada produk Kopai Osing ada Arabika Single Origin.
Biasanya penikmat kopi yang sudah mencapai level diatas pemula lebih memilih Single Origin.
Tujuannya jelas, untuk menikmati rasa Kopi dengan taste yang murni.
Serta terkadang penikmat Kopi juga ingin mengetahui asal Kopi ini.
Pilihan Anda jatuh pada Single Origin atau Blend?
Citarasa dan nikmat Kopi masing-masing orang berbeda.
Editor : Syaifuddin Mahmud