RadarBanyuwangi.id – Pemilu 2024 di Banyuwangi menyisakan serba-serbi dengan banyak keseruan dan kehebohan.
Selain hasil penghitungan suara pilpres dan pileg yang menjadi pembicaraan hangat, ada juga hal-hal unik yang dilakukan oleh petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) maupun pemilih yang hadir.
Ada yang menghias TPS semenarik mungkin dan ada juga petugas PPS yang memakai kostum unik.
Pemilih yang hendak mencoblos di TPS pun tak kalah heboh.
Ada yang sengaja mengenakan kostum unik dengan karakter tertentu.
Salah satunya adalah Edo Febriyantosyah, pelajar kelas 12 IPS 1 SMAN 1 Glagah.
Sebagai pemilih pemula, Edo ingin melakukan hal istimewa saat kali pertama menggunakan hak pilihnya mencoblos di TPS dalam Pemilu 2024.
Warga Lingkungan Lalangan, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi ini sengaja berdandan dengan mengenakan kostum pemain kesenian janger saat hadir di TPS 8 Rejosari pada 14 Februari 2024 lalu.
Tak ayal, kehadiran Edo yang bak pemain janger siap tampil itu menghebohkan suasana coblosan yang sebelumnya tampak serius dan tegang.
Maklum, bukan hanya kostum janger lengkap yang dikenakan di sekujur badannya, tetapi wajahnya juga di-make up.
Menurut pelajar kelahiran 24 Maret 2006 itu, perbuatannya itu bukan sekadar iseng atau demi menarik perhatian belaka.
“Saya ingin momentum pertama menggunakan hak politik untuk memilih dalam pilpres dan pileg kali ini bisa memberikan kesan yang mendalam dalam hidup saya, karena ini adalah pesta demokrasi,” kata Edo.
Siapakah sebenarnya sosok Edo ini?
Edo Febriyantosyah adalah pelajar yang melakoni profesi sebagai pekerja seni hiburan.
Edo sudah melakoni dunia seni tari dan panggung hiburan selama 15 tahun.
Kemampuannya berolah seni gerak dipelajari sejak umur 4 tahun.
Tidak hanya menari dalam pertunjukan janger dan jaranan, Edo juga mampu bermain alat musik gamelan.
Hingga kini, Edo tetap konsisten menekuni kesenian yang awalnya hobi lalu berubah menjadi profesi tersebut.
Meski begitu, Edo berusaha mengatur waktunya sebagai pekerja seni dengan kewajibannya sebagai pelajar, yakni bersekolah dan belajar.
Apalagi sebentar lagi, Edo akan memasuki masa kuliah.
Dia ingin melanjutkan kuliah di jurusan pendidikan seni budaya.
“Saya bercita-cita menjadi guru seni budaya agar bisa ikut menjaga dan melestarikan warisan nenek moyang kita, yakni seni budaya leluhur,” pungkasnya. (irw)
Editor : Ali Sodiqin