Secara harfiah, angpao berasal dari dua suku kata yaitu ang yang berarti merah, dan pao yang bermakna amplop. Sehingga angpao selalu identik dengan amplop merah dengan tulisan dan hiasan khas China.
Angpao, biasanya diisi uang dan akan diberikan kepada anak-anak, anggota keluarga yang belum menikah, dan juga orang tua. Normalnya, angpao akan diberikan saat malam sebelum perayaan Imlek, atau pagi hari seusai sembahyang di klenteng.
Lalu, sebenarnya seperti apa sejarah angpao?
Banyak sumber menyebutkan, sejarah angpao berasal dari Dinasti Qin di Tiongkok. Pada masa itu, orang tua memberikan koin yang diikat dengan benang merah dan diberikan kepada anak muda.
Angpao tersebut dikenal masyarakat China sebagai ya sui qian yang memiliki arti koin untuk mengusir roh jahat.
Koin yang diikat dengan benang merah itu, secara turun temurun dipercaya dapat melindungi penerimanya dari penyakit dan kematian.
Bukan tanpa alasan, masyarakat Tiongkok kuno mempercayai ya sui qian berasal dari kisah seorang iblis jahat bernama Sui. Konon, anak-anak yang kepalanya disentuh oleh Sui akan jatuh sakit dan meninggal dunia.
Karena itu, pada zaman dahulu, koin yang berada di dalam amplop merah itu dipakai untuk menipu Sui. Amplop merah akan diletakkan di bawah bantal untuk perlindungan.Amplop itu dipercaya akan memunculkan pancaran sinar yang sangat terang ketika terjadi sesuatu dengan anak-anak tersebut.
Hingga akhirnya, Sui mendekat kepada pancaran sinar dari amplop merah yang berada di kepala anak kecil tersebut dan membuatnya kabur.
Kini, Seiring berkembangnya zaman, ya sui qian kemudian diganti dengan amplop merah, yang biasa disebut angpao. (sas/bay)
Editor : Niklaas Andries