Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cerita Mengharukan Gus Kautsar Saat Ngunduh Mantu, Sang Putri Dijodohkan dengan Putra Bestienya Sendiri

Ali Sodiqin • Selasa, 23 Januari 2024 | 17:50 WIB
SUKA CITA: Gus Kautsar (kiri), Ning Jazil (2 dari kiri) bersama Kiai Nurul Huda Jazuli (duduk) dalam resepsi pernikahan Ning Chasna dan Gus Sunny Rabu (17/1) malam lalu.
SUKA CITA: Gus Kautsar (kiri), Ning Jazil (2 dari kiri) bersama Kiai Nurul Huda Jazuli (duduk) dalam resepsi pernikahan Ning Chasna dan Gus Sunny Rabu (17/1) malam lalu.

KEDIRI, RadarBanyuwangi.id – KH. Muhammad Abdurrahman al-Kautsar atau lebih dikenal Gus Kautsar, ngunduh mantu.

Kepala Sub Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, Jawa Timur, ini tidak bisa menahan haru saat memeluk dan mencium putrinya pada resepsi pernikahan Rabu (17/1) malam.

Air mata Gus Kautsar pun tumpah. Pria yang sering menyelipkan guyonan-guyonan saat pengajian itu tak bisa menutupi kesedihan hatinya.

Sebab, resepsi tersebut menjadi simbol pelepasan putrinya yang sudah menikah. Acara sakral itu  dihadiri sejumlah tokoh nasional dan para kiai sepuh itu.

Ning Jazilah Annahdliyah, istri Gus Kautsar juga tak kuasa menahan air mata. Ning Jazilah juga tak kuasa menahan haru saat mencium putri dan menantunya.

Video pendek prosesi pernikahan Ning Chasna Naylufer dengan Gus Agus Sunny Dinu Muhammad kini beredar di media sosial. Sudah ditonton puluhan ribu warganet.

Mayoritas warganet ikut merasakan haru atas pernikahan putri sulung Gus Kautsar tersebut.

Warganet banyak yang ikut mengirim doa agar pasangan yang menikah di usia 18 tahun dan 25 tahun itu berbahagia.

Ning Jazil dan Gus Kautsar menceritakan panjang lebar kisah di balik pernikahan putri sulungnya kepada Jawa Pos Radar Kediri di rumahnya Jumat (19/1) malam.

Gus Kautsar dan Ning Jazil juga bercerita tradisi perjodohan yang harus dijalani putri sulungnya.

“Tradisi perjodohan di pesantren itu hal biasa. Di pesantren memang diajarkan untuk manut dawuh kiai (Kiai Nurul Huda Jazuli, ayah Gus Kautsar, Red),” tutur Gus Kautsar seperti dilansir Radar Kediri.

Ning Jazil dan Gus Kautsar mengaku dulu juga dijodohkan. Putrinya Ning Chasna dengan Gus Sunny juga buah dari perjodohan. Yang menyatukan keduanya adalah Kiai Nurul Huda Jazuli.

 “Apapun yang didawuhkan kiai pasti ada hikmahnya. Kalau mengenai bagaimana perasaannya, istri saya yang bisa menggambarkan,” lanjut Gus Kautsar.

Gus Kautsar lantas tertawa renyah sambil melirik Ning Jazil di dekatnya. Baik Gus Kautsar maupun Ning Jazil seolah bernostalgia akan kesan mereka setelah menikah 20 tahun lalu.

Meski Gus Kautsar dan Ning Jazil mengaku sudah terbiasa dengan tradisi perjodohan di pesantren, namun ihwal kabar perjodohan Ning Chasna tetap saja membuat pasangan muda ini terkejut.

Apalagi, perintah perjodohan tersebut diterima Gus Kautsar dan Ning Jazil secara mendadak.

"Sebenarnya dikatakan belum siap ya sudah siap. Dikatakan sudah siap ya belum siap karena memang semua ini tidak direncanakan," aku Ning Jazil kepada Radar Kediri.

Perjodohan Ning Chasna dan Gus Sunny sebenarnya sudah dimulai pada bulan Oktober tahun 2023 lalu.

Kala itu, Gus Kautsar dan Ning Jazil dalam perjalanan pulang dari Garut, Jawa Barat.

Tiba-tiba, keduanya diberitahu ibunda Gus Kautsar, Bu Nyai Nafisah, untuk segera pulang.

“Kiai ndawuhne Chasna. Katanya seperti itu. Dari situ sudah ada feeling (Ning Chasna akan dijodohkan, Red). Karena sedang di jalan jadi ya kaget," kenang ibu dua anak itu menceritakan kabar dari Bu Nyai Nafisah.

Setibanya di Ponpes Ploso, Kediri, Ning Jazil dan Gus Kautsar tidak bisa langsung mengonfirmasi ihwal perjodohan putrinya tersebut.

Sebab, Kiai Nurul Huda Jazuli sedang dalam kondisi sakit. Tidak memungkinkan bagi Gus Kaustar untuk langsung menemuinya.

Beberapa hari berselang, Gus Kautsar dan Ning Jazil baru mengetahui bahwa Ning Chasna ternyata dijodohkan dengan Gus Sunny, yang tak lain putra dari sepupu Gus Kautsar sendiri yang bernama Gus Fahim Rouyani.

Baca Juga: Angin Kencang Akibat Siklon Tropis Anggrek, Membuat Sampah yang Ada Di Tengah Laut Terbawa Ombak ke Pantai

Hubungan kekerabatan Gus Fahim dan Gus Kautsar memang sangat dekat. 

"Sudah dikatakan bestie. Setiap ada pengajian berdua ini pasti bersama. Tapi nggak pernah sama sekali ada niat menjodohkan anak,” tutur Ning Jazil, tersenyum.

Meski demikian, kata Ning Jazil, begitu Kiai Nurul Huda Jazuli sudah memutuskan, mereka berdua tinggal menjalankan saja.

Baik Ning Jazil maupun Gus Kaustar yakin, keputusan perjodohan dari Kiai Nurul Huda Jazuli itu berdasar banyak pertimbangan.

“Jadi kami mantapkan (menerima, Red),” urainya.

Meski menerima dengan lapang hati, namun kabar perjodohan putrinya yang secara mendadak itu tetap saja membuat Ning Jazil sempat syok.

Dia takut, jika Gus Sunny tidak bisa menerima perjodohan itu. Demikian pula putrinya, Ning Chasna.

Bahkan, kabar mendadak tersebut membuat kondisi kesehatan Ning Jazil ikut terpengaruh.

Putri pasangan Kiai Abdul Hamid Baidlowi dan Bu Nyai Jamilah Lasem itu drop selama lima hari.

Kondisi Ning Jazil berangsur membaik setelah melihat Ning Chasna justru ternyata lebih tegar darinya.

Agaknya si sulung sudah menyiapkan hati tentang tradisi pernikahan di kalangan keluarga pesantren.

“Justru dia (Ning Chasna, Red) yang menghibur saya saat masih syok,” kenang Ning Jazil lagi.

Diputuskanlah lamaran digelar pada 27 Oktober 2023. Persiapan pernikahan pun digelar dalam waktu yang mepet.

Belum lagi, ada banyak agenda yang menyita waktu Ning Jazil dan Gus Kautsar. Di antaranya, pelaksanaan umrah yang sudah dijadwalkan sejak lama dan tidak bisa ditunda-tunda lagi.

Meski dengan waktunya yang terbatas, Ning Jazil tetap bertekad membuat konsep pernikahan untuk putri sulungnya itu seapik mungkin.

“Saya berpikir harus membuat konsep pernikahan yang membuat pengantinnya marem, kiai (Kiai Nurul Huda Jazuli, Red) juga suka, saya juga cocok. Memadukan itu,” beber Ning Jazil tentang konsep pernikahan yang belakangan menuai pujian itu.

Ning Jazil bersyukur, selain dibantu vendor, para santri Ponpes Al Falah Ploso juga ikut membantu.

Perempuan berusia 36 tahun itu bersyukur karena pernikahan putrinya tersebut berlangsung secara lancar.

"Mengundang Denni Caknan itu juga untuk me-refreshing santri-santri. Agar mereka tidak pusing dengan pelajaran di pondok," ungkapnya.

Gus Kaustar dan Ning Jazil sama-sama berharap agar rumah tangga putrinya bersama Gus Gus Sunny membawa keberkahan bagi semua. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#gus kautsar #Ning Jazil #Ponpes Al Falah #Ploso #ngunduh mantu #kediri #dijodohkan #Bestie