Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bagi Perempuan, Pakai Baju Adat Banyuwangi dengan Kepala Terbuka Boleh, Berjilbab pun Bisa

Ayu Lestari • Kamis, 16 November 2023 | 15:30 WIB
Baju adat Banyuwangi yang biasa dikenakan kaum muslimah (kiri). Baju adat Banyuwangi untuk perempuan tanpa penutup kepala (kanan).
Baju adat Banyuwangi yang biasa dikenakan kaum muslimah (kiri). Baju adat Banyuwangi untuk perempuan tanpa penutup kepala (kanan).

RadarBanyuwangi.id – Baju adat Banyuwangi untuk kaum perempuan ternyata sangat luwes. Bisa leluasa dipakai oleh semua golongan.

Sebagai kabupaten ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi memiliki beragam keunikan. Bumi Blambangan juga kaya akan seni dan budaya, termasuk untuk pakaiannya.

Misalnya, ada baju adat jebeng, dan baju thulik, hingga baju penari gandrung.

Yang menarik, baju adat perempuan bisa dipakai siapa saja. Baik untuk mereka yang mengenakan jilbab, maupun yang tidak mengenakan penutup kepala.

Tidak ada larangan bagi semua perempuan dari kelompok apa pun untuk mengenakan baju adat Banyuwangi. 

Mahanik, seorang perias dan penyedia jasa sewa busana adat mengatakan, baju gandrung mayoritas digunakan oleh perempuan.

Pakaian adat tersebut selalu ada dan hampir tidak pernah absen dalam setiap kali kegiatan besar.

”Apalagi, saat event tahunan Gandrung Sewu kembali digelar setelah pandemi Covid-19, penyewaan semakin meningkat,” ujarnya.

Selain itu, ada juga baju adat Banyuwangi yang menjadi ikon yaitu baju jebeng dan baju thulik. Baju ini sejenis pakaian yang dikenakan pasangan pengantin suku Oseng.

Baju jebeng dipakai perempuan dan baju thulik dipakai oleh laki-laki.

Menurut Mahanik, baju jebeng berupa kebaya polos berlengan panjang.

Dilengkapi dengan bawahan kain batik panjang khas Banyuwangi seperti gajah oling, kangkung setingkes, dan gringsing yang dikenakan sampai batas mata kaki.

”Untuk hiasan kepala, biasanya menggunakan sanggul dengan moncol yang dipasang agak tinggi. Rambut digelung agar dapat ditutup kerudung berenda,” jelasnya. (tar/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#seragam #jilbab #budaya #baju #adat #perempuan #banyuwangi #gandrung #Golongan