RadarBanyuwangi.id – Pada usia 61 tahun, Nani Asiany Mustikowati masih aktif mengabdi sebagai pengurus Dewan Kesenian Blambangan (DKB).
Saat usianya sweet seventeen, dia sudah jadi anggota inti paskibraka nasional tahun 1979.
Nani termasuk salah satu pionir paskibra berprestasi dari Bumi Blambangan. Ketika usianya masih 17 tahun, dia terpilih menjadi anggota paskibraka nasional.
Bahkan, dia bertugas pada formasi 8 atau grup inti paskibraka nasional saat itu. ”Waktu itu masih zamannya Pak Harto, tahun 1979,” ujarnya.
Ketika menjadi paskibraka, Nani memiliki postur tinggi badan 164 sentimeter dan berat badan 54 kilogram. Masih sangat lincah, cekatan, dan bertenaga.
Nani menyebut, salah satu kunci sukses menjadi paskibraka nasional adalah memiliki rekam jejak sebagai tim pengibar bendera tingkat kabupaten.
Nani mengatakan, para paskibraka kabupaten kala itu memiliki peluang ikut seleksi tingkat nasional. ”Untuk yang lolos maka dapat lanjut ke nasional, tapi yang tidak lolos akan menjadi paskibraka provinsi,” jelasnya.
Nani menambahkan, syarat utama menjadi paskibra adalah harus bisa baris-berbaris. Memang tidak bisa dibilang mudah mengikuti kegiatan baris-berbaris. Ada banyak aspek yang terkandung di dalamnya.
Selain harus fokus, Nani menyebut anggota paskibra juga dituntut memiliki kecerdasan, kekompakan, dan disiplin.
”Para paskibra adalah anak pilihan yang cerdas. Tidak mudah memahami formasi baris-berbaris dalam kurun waktu yang singkat dan tepat. Di sini tingkat fokus dan disiplin mulai diuji,” bebernya.
Menurut Nani, kegiatan baris-berbaris memiliki nilai seni yang tinggi. Terutama saat formasi barisan harus dilakukan secara bersamaan oleh para anggota.
”Salah satu keindahan pada pelaksanaan baris-berbaris ada pada formasinya. Sedangkan misi seni yang ada pada saat saya terpilih menjadi paskibraka nasional adalah mengenalkan budaya daerah di Jakarta kala itu,” ucapnya.
Nani berharap, generasi muda Banyuwangi terus bersinar. Anak-anak muda diharapkan bisa berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik. (rei/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin