Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Aiptu Fakih Kariono 24 Tahun Melatih Paskibra, Kini Banyak Alumni Jadi Rekan Kerja

Dedy Jumhardiyanto • Minggu, 3 September 2023 | 18:00 WIB
Aiptu Fakih Kariono.
Aiptu Fakih Kariono.

RadarBanyuwangi.id – Mengabdikan diri menjadi tim pelatih Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Banyuwangi merupakan kebanggaan tersendiri bagi Aiptu Fakih Kariono.

SOSOK Fakih sudah tak asing lagi bagi kalangan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) di Bumi Blambangan.

Betapa tidak, anggota Satlantas Polresta Banyuwangi ini telah mendedikasikan dirinya sebagai pelatih paskibra sejak tahun 1999 hingga kini.

Selama dua dekade lebih, pria kelahiran Jember 15 Maret 1973 ini telah berhasil mencetak ribuan anggota paskibra menjadi generasi muda yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan berjiwa nasionalis.

”Menjadi tim pelatih paskibra bukan sekadar memberikan pengetahuan baris-berbaris, melainkan juga panggilan hati,” ungkap Fakih.

Menjadi seorang pelatih paskibra bukanlah hal yang mudah. Sebab, puluhan anggota yang dilatih tersebut berasal dari berbagai sekolah dengan latar belakang pendidikan, sosial, dan budaya yang berbeda. Dia harus dapat menyatukan berbagai perbedaan dalam bingkai kebersamaan.

”Saya melatih anak-anak dengan hati, jadi saya anggap para anggota paskibra layaknya anak sendiri. Tidak membeda-bedakan,” jelas Fakih.

Bahkan, tak jarang dia justru menjadi media berkeluh kesah dan curhat para anggota paskibra saat mengalami kendala dan masalah.

Tak heran, jika dia mampu memahami setiap perasaan dan kebutuhan anggota paskibra. Juga memberikan dukungan moral dan menciptakan ikatan emosional yang kuat.

”Sebagai bapak yang baik tentu mendengarkan cerita, memberi motivasi agar tetap semangat, dan memberikan solusi dari setiap persoalan yang muncul,” ungkap Fakih.

Selama 24 tahun menjadi pelatih paskibra, Fakih bersama tim pelatih harus bertanggung jawab memastikan bendera merah putih bisa berkibar dengan sempurna saat upacara HUT RI berlangsung.

”Alhamdulillah, puji syukur selama 24 tahun kami melatih diberikan kemudahan dan kelancaran,” jelasnya.

Menurut Fakih, melalui paskibra dirinya dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

”Generasi muda adalah harapan masa depan kita, dan tugas kita adalah membimbing mereka dengan teladan yang baik,” terangnya.

Didaulat menjadi pelatih paskibra, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri yang tak ternilai. Lebih-lebih jika para PPI menyapa lebih dulu dan mereka bercerita tentang kesuksesannya.

Sudah tak terhitung berapa banyak alumni PPI yang kini sukses menempati jabatan penting dan posisi strategis.

”Saya sering lupa kalau disapa. Bahkan, ada mantan PPI yang pangkatnya lebih tinggi, saat saya memberi hormat malah balik merangkul dan tangan saya dicium. Setelah tahu, ternyata mereka dulu pernah saya latih sebagai paskibra. Di situlah kami sebagai tim pelatih merasa bangga. Bahkan, banyak dari alumni PPI ini yang dulu saya latih kini malah jadi rekan kerja di Polresta Banyuwangi,” ujar Fakih sembari tertawa.

Dengan puluhan tahun pengabdian yang telah dilalui, Fakih terus menjadi pilar penting dalam pengembangan generasi muda berkualitas di Banyuwangi.

Kepedulian, jiwa kebapakan dan senyumnya yang murah hati, menjadi sumber inspirasi bagi siapa pun yang beruntung berinteraksi.

”Semoga sedikit yang kami upayakan ini terus memberikan kontribusi positif dan manfaat yang besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (ddy/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#pelatih #alumni #kebersamaan #polresta banyuwangi #paskibra