Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bas Betot Tanpa Fred Pembatas, Harus Main dengan Perasaan

Ayu Lestari • Minggu, 23 Juli 2023 | 22:00 WIB
KHUSUS NADA RENDAH: Bentuk alat musik bass betot atau bass dobel.
KHUSUS NADA RENDAH: Bentuk alat musik bass betot atau bass dobel.

RadarBanyuwangi.id – Bas betot sejatinya punya banyak julukan. Ada yang menamakan double bass, ada pula yang menyebutnya sebagai kontrabas.

Bas betot merupakan alat musik dawai gesek terbesar. Nadanya juga spesialis nada-nada paling rendah dalam orkestra modern. Dalam orkestra, alat musik ini termasuk dalam kelompok alat musik gesek.

Secara umum, kontrabas berukuran besar. Biasanya tingginya mencapai sekitar 180 cm dari ujung atas ke ujung bawah. Namun, ukuran lain juga disediakan untuk mengakomodasi tinggi dan panjang tangan pemain.

Kayu yang digunakan untuk membuat kontrabas dapat berasal dari kayu maple untuk bagian belakang, kayu spruce untuk bagian muka, dan kayu hitam (eboni) untuk fingerboard

Seperti alat musik gesek yang lain, kontrabas dapat dimainkan dengan cara digesek maupun dipetik. 

Sekretaris Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Gema Mukta Untag Banyuwangi, Pramita Kristina mengaku, bas keroncong dan cello hampir memiliki kesamaan bentuk. Yakni digunakan untuk memainkan musik klasik seperti orkestra.

Selain itu, cara mainnya juga bisa digesek seperti biola.”Tapi kalau cello tidak ada fret-nya, untuk tahu posisi nada gesekan, perlu latihan dan tingkat kesulitannya lebih tinggi,’’ tuturnya.

Pramita menambahkan, bas betot juga memiliki wujud yang sama dengan cello. Karena tidak ada pembatas fret, maka memainkannya juga perlu mengasah perasaan atau feeling.

”Alat ini sangat menarik jika dimainkan dengan musik tradisional lain,” jelasnya. (tar/bay/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#ukm #tradisional #keroncong #dawai #musik #orkestra #cello #untag banyuwangi