Sontak temuan itu pun menimbulkan rasa penasaran bagi sebagian besar warga. Apalagi, jamur yang diidentifikasi bernama jamur tudung pengantin itu cukup jarang dilihat warga. Beberapa warga pun sempat mengabadikan jamur bernama latin Phallus Indusiatus di ponsel mereka.
Karena rupanya, jaring putih yang ada di jamur tersebut tak terus menerus mengembang. Selang beberapa jam, jamur tersebut tampak menyusut sehingga tak terlihat lagi jaring yang mengembang di sampingnya. "Seumur hidup baru sekali ini menemukan jamur jenis ini. Kebetulan pas mekar,"kata Suriyanto penemu jamur.
Sayangnya, mekar jamur yang kerap digunakan sebagai sup itu tak lama. Suriyanto mengatakan hanya berselang 30 menit, jamur kemudian menguncup. Ternyata, jamur tersebut sangat tergantung kepada keberadaan cahaya matahari. "Setelah menguncup jamurnya saya simpan. Untuk bukti saja kalau pernah ada di sini,"tutupnya.(fre) Editor : Gerda Sukarno Prayudha