Tren penggunaan sepeda listrik dipicu sejumlah faktor. Tidak sekadar ikut-ikutan tren, tidak sedikit warga yang beralih menggunakan sepeda listrik guna menekan pengeluaran pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi beberapa waktu lalu.
Seperti yang diketahui, harga BBM mulai merangkak naik sejak bulan November lalu. Akibat kondisi tersebut masyarakat mulai mencari solusi lain berupa kendaraan yang tidak perlu bergantung pada BBM. Salah satunya menggunakan sepeda atau motor listrik.
Manajer salah satu dealer e-bike di Banyuwangi Stevanus mengaku, karena kenaikan BBM penjualan sepeda atau motor listrik mengalami peningkatan. Terutama pada penjualan sepeda listrik.
Menurut dia, masyarakat lebih menyukai kendaraan yang mudah digunakan dan tidak mengeluarkan biaya yang cukup mahal. ”Masyarakat, terutama ibu-ibu mayoritas lebih memilih sepeda listrik. Karena lebih gampang dan dapat menekan biaya akomodasi,” ujarnya.
Beberapa kelebihan sepeda atau motor listrik yang menjadi pertimbangan para pembeli adalah kemudahan yang ditawarkan. Seperti perawatan yang simpel, bentuk yang ramping, dan yang menjadi faktor utama yaitu tidak menggunakan BBM. ”Meski ini sepeda, tapi para pemakai tidak perlu mengayuh karena secara teknis penggunaannya seperti motor tetapi bahan utama penggeraknya adalah baterai,” kata pria yang kerap disapa Vanus tersebut.
Bahkan, pihaknya dalam sebulan dapat menjual kurang lebih 100 unit sepeda listrik. Dengan peningkatan penjualan pasca kenaikan BBM per bulan mencapai 40 persen. ”Ya mungkin karena masih trend, maka peminatnya masih banyak,” tuturnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh sales sepeda listrik di Banyuwangi, yakni Agus Rusti Admaji. Dia mengatakan sepeda listrik sebenarnya bukan hal baru di Banyuwangi. Lantaran sejak Maret lalu penjualan sudah mulai berkembang. Namun, dia tidak memungkiri akibat kenaikan BBM, pembelian masyarakat lebih meningkat. ”Sejak Juni penjualan sepeda listrik sudah mulai meningkat,” ungkapnya.
Selain faktor kenaikan harga BBM, penjualan sepeda listrik meningkat karena pemerintah semakin masif menggeber penggunaan motor listrik. ”Karena BBM naik ditambah wacana pemerintah sehingga grafik penjualan cenderung naik,” kata Agus.
Pada bulan Januari hingga Februari rata-rata penjualan sepeda listrik sebanyak 150 unit. Namun, beranjak ke bulan Juni dalam sebulan penjualan sepeda listrik bisa mencapai 400 unit. ”Masyarakat lebih baik ketika membeli sepeda listrik langsung ke dealer yang resmi, agar barang yang dibeli dapat memiliki garansi yang optimal ketika mengalami kerusakan seperti spare part,” pungkasnya. (cw4/sgt) Editor : Gerda Sukarno Prayudha