Posisi lapangan ini berada persis di depan kantor Camat Glagah. Tempat publik itu memang hampir setiap hari dimanfaatkan sebagai pusat olahraga oleh warga setempat.
Namun demikian, Lapangan Glagah juga kerap dijadikan sebagai tempat pusat hiburan rakyat. Seperti pasar malam yang menyajikan aneka permainan anak-anak dan remaja. ”Hampir setiap tahun selalu ada pasar hiburan rakyat,” ujar Makruf, warga Desa Glagah.
Area RTH Glagah ini terlihat lebih menarik sejak ada ornamen bola beton di bagian tepi lapangan yang biasa dimanfaatkan warga, khususnya remaja dan pemuda, untuk berswafoto. ”Ada saja pengendara mobil yang mau wisata ke Gunung Ijen atau sedang wisata kuliner berhenti untuk swafoto di RTH Glagah,” kata Makruf.
Sementara itu, Camat Glagah Nanik Machrufi menambahkan, keberadaan RTH Glagah tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga. Lokasi tersebut juga dijadikan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat. Mereka bisa melakukan berbagai kegiatan yang mengundang massa dalam jumlah besar. Seperti upacara, apel, kemah, pengajian, dan kegiatan lainnya.
Menurut Nanik, Lapangan Glagah juga banyak dimanfaatkan wisatawan yang sedang berburu kuliner dan hendak mendaki Gunung Ijen untuk beristirahat sejenak. ”Halaman dekat lapangan di tepi jalan lumayan lebar dan bisa untuk parkir kendaraan walau sejenak,” katanya.
Di Lapangan Glagah juga kerap diadakan kegiatan bazar dan pasar murah oleh para pelaku usaha Mikro kecil Menengah (UMKM). ”Lapangan RTH ini juga sebagai pengungkit perekonomian masyarakat. Sehingga ada pemasukan bagi warga yang menggelar dagangan di tempat ini,” tandas Nanik. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono