Sejarahnya dulu, Lapangan Singojuruh dimanfaatkan sebagai tempat pertandingan sepak bola. Lapangan tersebut juga menjadi tempat pelaksanaan upacara bendera dalam peringatan kenegaraan di wilayah Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Misalnya untuk kegiatan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI dan kegiatan upacara lainnya.
”Kalau sebelum dibangun menjadi ruang hijau terbuka (RTH) seperti saat ini, kawasan Lapangan Singojuruh itu gelap. Dulu tidak ada lampu penerangan,” jelas Husnul Khotimah, warga Desa/Kecamatan Singojuruh.
Setelah publik area tersebut dibenahi, bagian tepi jalan sebelah barat lapangan pun menjadi tempat yang lebih layak dan tertata. Bahkan, juga terdapat lampu sorot yang menerangi lapangan. ”Sejak ada RTH, pemandangan lapangan ini menjadi lebih asri, sejuk untuk tempat nongkrong anak-anak muda,” kata Husnul.
Yang menarik, pada RTH Singojuruh juga terdapat pentas permanen di bagian tengah dan tribun penonton mengelilingi pentas. Karena fasilitas tribun tersebut, kata Husnul, lapangan tersebut kerap digunakan untuk kegiatan pentas seni pertunjukan. Mulai dari kegiatan Banyuwangi Culture Everyweek (BCE), hingga kegiatan pertunjukan seni lainnya. ”Kalau di RTH Singojuruh ini setiap hari Sabtu selalu ada kegiatan pentas seni. Setiap ada pentas, selalu dipenuhi penonton,” terang ibu empat anak ini.
Keberadaan RTH Singojuruh juga berfungsi sebagai wadah perekonomian masyarakat. Masyarakat pun membuka lapak jualan di sekitar RTH saat ada kegiatan atau pun pentas seni budaya. ”Ada juga fasilitas toilet untuk umum dan jogging track. Jadi, keberadaan RTH Singojuruh multifungsi,” pungkasnya. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono