Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rumput Ilalang; Dulu Jadi Gulma, Kini Jadi Penghias Kafe

Rahman Bayu Saksono • Selasa, 15 November 2022 | 18:38 WIB
NAIK KELAS: Tanaman ilalang yang tumbuh rapi dengan ciri khas putih di pucuknya masih muda ditemui di lahan terbuka di Banyuwangi. (RAMADA KUSUMA/RABA)
NAIK KELAS: Tanaman ilalang yang tumbuh rapi dengan ciri khas putih di pucuknya masih muda ditemui di lahan terbuka di Banyuwangi. (RAMADA KUSUMA/RABA)
RADAR BANYUWANGI – Ilalang dulu sering dianggap sebagai tanaman pengganggu. Namun kini, tanaman yang sering juga disebut alang-alang itu justru kerap dijadikan penghias taman di kafe-kafe.

Ilalang yang memiliki nama latin Imperata cylindrica L. merupakan salah satu jenis gulma. Alang-alang atau ilalang termasuk dalam tanaman perintis yang sering tumbuh di lahan-lahan kosong maupun di bekas sawah dan ladang. Tanaman ini bisa hidup dengan baik di daerah-daerah yang banyak mengandung air dan mendapatkan cukup sinar matahari.

Seperti yang diungkapkan oleh Dosen Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi Putri Istianingrum. Dia menjelaskan, gulma adalah tanaman yang tumbuhnya tidak dikehendaki. Pengaruh gulma tidak terlihat secara langsung dan umumnya berjalan lambat.

Menurut Putri, gulma menjadi kompetitor utama dalam memperebutkan unsur hara, air, ruang tumbuh, dan cahaya matahari. Sebab, gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman budi daya. Selain itu, gulma juga mengandung zat alelopati. ”Zat alelopati dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama,” ujarnya.

Meski demikian, ibu satu anak tersebut mengatakan ilalang memiliki manfaat lain. ”Akar ilalang dapat diekstrak dan dapat dimanfaatkan dalam minuman,” katanya.

Secara morfologi, ilalang adalah rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian. Ilalang merupakan tumbuhan rumput yang berbatang lunak dan membulat. Daunnya tipis, bertekstur licin dan diselubungi rambut, serta memiliki warna hijau gelap hingga terang. Sistem perakarannya ditunjang rimpang yang kuat sehingga sulit dicabut. Sedangkan bunga ilalang berwarna putih, berupa bulir majemuk, agak menguncup, dan mudah diterbangkan angin.

Rumput ini juga memiliki beragam panggilan di daerah lain, seperti alang-alang, alalang, halalang. Ilalang dapat berkembang biak dengan cepat. Benih-benih ilalang mudah terbawa angin, lalu jatuh di suatu tempat dan dapat tumbuh menjadi tanaman dewasa.

Sementara itu, rimpang ilalang yang juga merupakan bakal tanaman dewasa, dapat menembus tanah sampai kedalaman satu meter. Hal tersebut yang membuat upaya pemberantasan gulma alang-alang tergolong cukup sulit dilakukan.

Putri menyebut, ilalang bahkan dapat tumbuh di tanah yang miskin, gersang, atau berbatu-batu. ”Ilalang adalah rumput-rumputan yang memiliki kemampuan menyerap air dengan kuat karena kondisi lingkungannya tersebut,” pungkasnya. (cw4/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#Rumput Ilalang #Penghias Kafe #tanaman hias #Tanaman Gulma